Iran Ancam Serang Reaktor Nuklir Israel di Dimona, Balas Serangan AS-Israel
Iran Ancam Serang Reaktor Nuklir Israel di Dimona

Iran Ancam Serang Reaktor Nuklir Israel di Dimona, Balas Serangan AS-Israel

Ketegangan di Timur Tengah semakin memanas setelah Iran mengeluarkan ancaman serius terhadap Israel. Negara Syiah itu menyatakan akan menargetkan reaktor nuklir Israel di Dimona sebagai balasan atas serangan terus-menerus dari Tel Aviv dan Amerika Serikat (AS) yang telah menghujani Teheran dan kota-kota lainnya.

Ancaman Terbuka dari Pejabat Militer Iran

Menurut laporan kantor berita Iran, ISNA, yang dikutip oleh Reuters dan New Arab pada Jumat (6/3/2026), seorang pejabat militer Iran yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan ancaman tersebut. Iran akan menargetkan situs nuklir Israel di Dimona jika upaya untuk menggulingkan rezim yang berkuasa di Teheran terus dilakukan oleh Israel dan Washington.

Situs nuklir Dimona telah lama diyakini sebagai lokasi kunci dalam pengembangan program senjata nuklir Israel. Meskipun Israel tidak pernah secara resmi mengonfirmasi atau membantah kepemilikan senjata nuklir, Pusat Penelitian Nuklir Shimon Peres Negev di dekat Dimona dicurigai sebagai pusat program tersebut. Lokasi ini, yang terletak di wilayah Negev di Israel selatan, termasuk di antara area yang paling dilindungi di negara tersebut, dengan sistem pertahanan udara yang komprehensif.

Latar Belakang Serangan dan Tujuan AS-Israel

Ancaman Iran ini muncul di tengah gelombang serangan skala besar dari AS dan Israel yang telah berlangsung sejak Sabtu (28/2) waktu setempat. Baik Washington maupun Tel Aviv menyatakan bahwa tujuan mereka adalah mencegah Iran mengembangkan bom nuklir dan menghancurkan program rudal balistik jarak jauh negara itu.

Israel juga secara aktif mendorong rakyat Iran untuk menggulingkan rezim yang berkuasa, sementara AS mengindikasikan dukungannya terhadap perubahan rezim di Teheran. Situasi ini memperburuk hubungan yang sudah tegang antara ketiga negara.

Insiden Kapal Perang Iran dan Sumpah Balas Dendam

Ketegangan semakin meningkat setelah insiden pada Rabu (4/3) waktu setempat, di mana sebuah kapal perang Iran tenggelam di lepas pantai Sri Lanka akibat serangan torpedo dari kapal selam AS. Dari insiden tersebut:

  • 32 awak berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Sri Lanka.
  • Sedikitnya 87 awak lainnya dilaporkan tewas.

Kapal perang Iran itu sedang dalam perjalanan usai mengikuti latihan militer di pelabuhan Visakhapatnam di India bagian timur. Militer Iran menggambarkan insiden ini sebagai "serangan pengecut" dan bersumpah akan membalas, menambah daftar konflik yang memicu ancaman terhadap reaktor nuklir Israel.

Dengan ancaman ini, dunia internasional mengkhawatirkan eskalasi lebih lanjut yang dapat berdampak pada stabilitas regional dan global, terutama mengingat sensitivitas program nuklir di kawasan tersebut.