Indonesia saat ini tidak terlalu khawatir terhadap potensi penutupan Selat Hormuz. Hal itu disebabkan oleh fakta bahwa pasokan minyak nasional kini sebagian besar berasal dari kawasan Afrika. Demikian diungkapkan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Strategi Pasokan Minyak Nasional
Menurut Arif, pasokan minyak dari Afrika tidak perlu melalui Selat Hormuz sehingga risiko gangguan distribusi dapat ditekan secara signifikan. “Kalau mengenai masalah minyak, strategi kita itu sekarang mendapatkan pasokan dari kawasan yang tidak memerlukan lewat Hormuz,” ujar Arif sebagaimana diberitakan Kompas.com pada 11 Juni 2026.
Keuntungan Diversifikasi Sumber Pasokan
Diversifikasi sumber pasokan minyak ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada jalur laut yang rawan konflik. Dengan mengandalkan Afrika, Indonesia dapat memastikan keamanan energi nasional tetap terjaga meskipun terjadi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Langkah ini juga dinilai sebagai antisipasi terhadap potensi kenaikan harga minyak dunia akibat gangguan pasokan dari Selat Hormuz. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi global dan siap mengambil langkah-langkah lain jika diperlukan.



