Komika Praz Teguh dan selebritas Paula Verhoeven menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah yang melibatkan PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group. Pemeriksaan berlangsung di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/6).
Keterangan Praz Teguh
Usai diperiksa, Praz Teguh menerangkan bahwa ia melaksanakan ibadah umrah menggunakan layanan Hanania Travel pada tahun ini. Rombongan yang ia bawa berjumlah 24 orang. Praz mengaku mengetahui Hanania Travel dari media sosial. Selain itu, salah satu pengelola Hanania Travel merupakan orang tua dari teman anaknya di sekolah.
"Jadi oleh karena itu kita bekerja sama. Dan kita membayar berapa--ini [total bayar] Rp819 juta. Dan itu kita dapat diskon, jadi dapat diskon empat orang. Jujur aja kita dapat diskon empat orang, karena memberangkatkan 24 orang ya," kata Praz kepada wartawan.
Praz menegaskan bahwa dirinya tidak menerima kerja sama atau endorsement dari Hanania Travel. Bahkan, ia mengaku membayar sendiri untuk meningkatkan (upgrade) jenis layanan kamar dan pesawat. Menurut Praz, yang dilakukan adalah barter konten dengan Hanania Travel untuk mendapatkan diskon empat orang dalam rombongannya.
"Tapi karena saya didiskon empat orang, jadi kita berkolaborasi buat barter konten. Begitu sebenarnya. Bukan di-endorse tapi barter konten," ujarnya.
Praz juga mengaku sempat menerima uang saku dari perusahaan tersebut. Namun, uang saku itu telah diserahkan kepada penyidik saat proses pemeriksaan. "Tidak ada menerima aliran dana apa pun kecuali uang saku. Uang saku saya kembalikan hari ini kepada pihak berwajib," ucap dia.
Penjelasan Paula Verhoeven
Sementara itu, Paula Verhoeven menerangkan bahwa ia berangkat umrah dengan Hanania Travel pada tahun 2024. Ia menjelaskan bahwa keterlibatannya terjadi karena ia menjadi narasumber dalam sebuah program televisi yang bekerja sama dengan biro perjalanan tersebut.
"Saya pribadi tidak ada hubungannya langsung dengan Hanania. Saya umrah waktu itu, 2024 bulan September, saya diajak oleh program sebagai talent di sana," kata Paula.
Paula mengaku prihatin terhadap para calon jemaah umrah yang menjadi korban dalam kasus ini. Ia pun siap membantu proses penyidikan agar kasus tersebut segera menemukan titik terang. "Semoga kami semua juga bisa ikut berpartisipasi agar masalah ini cepat selesai," ucap dia.
Pemeriksaan Influencer Lainnya
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo menyatakan bahwa hingga saat ini total enam influencer telah dimintai keterangan sebagai saksi. Pada Jumat (12/6) besok, penyidik juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima selebritas atau influencer, yaitu Roger Danuarta, Cut Meyriska, Sarah Gibson, Dara Arafah, dan Audrey Jesselyn.
"Menurut keterangan sampai sekarang mereka akan hadir sekitar jam 10, namun nanti akan kami sampaikan perkembangannya lagi," ucap dia.
Andaru menambahkan bahwa proses penyidikan masih terus berkembang. Tidak menutup kemungkinan penyidik akan memanggil saksi-saksi lain yang dinilai mengetahui dugaan penggelapan dana jemaah umrah tersebut. "Ini masih akan berkembang. Apabila ada pihak yang mengetahui peristiwa tersebut tentunya akan dimintai keterangannya," ujarnya.
Penetapan Tersangka
Sebelumnya, polisi menetapkan Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group, Ahmad Syah Farhan (ASF), sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan umrah pada Jumat (29/5). Farhan kini telah ditahan. Ia dijerat dengan Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan/atau Pasal 486 KUHP dan/atau Pasal 607 KUHP.
Dari penyidikan sementara, terungkap bahwa uang yang disetor calon jemaah digunakan untuk kepentingan di luar proses pemberangkatan jemaah. Selain itu, uang tersebut juga digunakan tersangka untuk membayar sejumlah influencer dalam rangka promosi paket umrah.



