Indonesia Penyumbang Personel Terbanyak Kedua dalam Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Indonesia Penyumbang Personel Terbanyak Kedua di UNIFIL

Indonesia Jadi Penyumbang Personel Terbanyak Kedua dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon

Liputan6.com - Indonesia tercatat sebagai salah satu negara dengan kontribusi personel terbesar dalam Pasukan Penjaga Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, yang dikenal sebagai United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Berdasarkan data resmi per 30 Maret 2026, total terdapat 7.505 pasukan penjaga perdamaian yang dikirim dari 47 negara berbeda untuk mendukung misi tersebut di wilayah konflik tersebut.

Komposisi Personel UNIFIL dari Berbagai Negara

Dari jumlah keseluruhan, Indonesia mengirimkan 756 personel melalui Kontingen Garuda (Konga), menempatkannya sebagai penyumbang terbesar kedua setelah Italia yang mengirim 754 personel. Negara-negara lain dengan kontribusi signifikan meliputi:

  • Spanyol: 658 personel
  • India: 642 personel
  • Ghana: 624 personel
  • Perancis: 605 personel

Di sisi lain, beberapa negara hanya mengirimkan satu personel, seperti Armenia, Kolumbia, Estonia, Fiji, dan Yunani, menunjukkan variasi partisipasi dalam upaya perdamaian global ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Serangan Beruntun terhadap Kontingen Indonesia di Lebanon

Namun, di tengah kontribusi besar ini, Pemerintah Republik Indonesia mengutuk keras serangan yang terjadi pada 30 Maret 2026 di dekat Bani Haiyyan, Lebanon selatan. Insiden ini merupakan serangan kedua yang menimpa prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi UNIFIL.

Serangan tersebut mengakibatkan gugurnya dua personel dan melukai dua lainnya. Sebelumnya, pada 29 Maret 2026, serangan pertama telah terjadi di dekat Adchit Al Qusayr, yang menewaskan satu prajurit TNI, yakni Praka Farizal Rhomadhon, serta melukai tiga orang lainnya dengan rincian satu luka berat dan dua luka ringan.

Dengan demikian, total korban dari dua serangan ini mencapai tiga prajurit gugur dan lima terluka, menimbulkan duka mendalam dan mendorong seruan untuk investigasi segera dan transparan dari pihak berwenang.

Peran Strategis Indonesia dalam Misi Perdamaian Global

Keikutsertaan Indonesia dalam UNIFIL mencerminkan komitmen negara dalam menjaga stabilitas dan perdamaian internasional, khususnya di kawasan Timur Tengah yang sering dilanda konflik. Kontribusi personel yang besar ini tidak hanya menunjukkan kapasitas militer Indonesia, tetapi juga diplomasi aktif dalam forum multilateral seperti PBB.

Misi UNIFIL sendiri bertujuan untuk memantau gencatan senjata, mendukung pasukan keamanan Lebanon, dan membantu pemulihan pascakonflik, dengan personel dari berbagai negara bekerja sama untuk mencegah eskalasi kekerasan.

Infografis yang dirilis memberikan gambaran lengkap mengenai daftar negara dan jumlah personel yang terlibat, menggarisbawahi peran Indonesia sebagai pemain kunci dalam operasi perdamaian ini, meski dihadapkan pada risiko dan tantangan keamanan yang nyata di lapangan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga