Iran Kembali Eksekusi Mati Dua Anggota Kelompok Oposisi Terlarang MEK
Iran Eksekusi Dua Anggota Oposisi Terlarang MEK

Iran Kembali Lakukan Eksekusi Mati terhadap Anggota Kelompok Oposisi

Otoritas Iran kembali mengeksekusi mati dua pria yang dinyatakan sebagai anggota kelompok oposisi terlarang. Keduanya dihukum karena melakukan tindakan destruktif yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah Republik Islam. Eksekusi ini merupakan bagian dari serangkaian hukuman mati yang menargetkan anggota kelompok Mujahidin Rakyat Iran (MEK) yang telah dilarang oleh pemerintah Teheran.

Detail Eksekusi dan Tuduhan

Menurut pernyataan resmi dari situs web Mizan Online milik lembaga peradilan Iran, kedua pria yang dieksekusi adalah Abolhassan Montazer dan Vahid Baniamerian. Mereka digantung setelah melalui proses pengadilan dan hukuman mereka dikuatkan oleh Mahkamah Agung Iran. Keduanya dinyatakan bersalah karena mencoba melakukan "pemberontakan melalui keterlibatan dalam berbagai aksi terorisme", serta menjadi anggota kelompok MEK dan melakukan tindakan sabotase.

Belum diketahui secara pasti kapan kedua pria tersebut ditangkap. Namun, eksekusi ini terjadi di tengah situasi perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang dipicu oleh serangan AS-Israel pada 28 Februari 2026 yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Latar Belakang Kelompok MEK dan Konteks Eksekusi

Kelompok MEK awalnya mendukung revolusi Islam tahun 1979, tetapi kemudian berselisih dengan kepemimpinan Iran pada tahun 1980-an. Sejak itu, kelompok ini berada di pengasingan dan ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Iran. Eksekusi terbaru ini menambah daftar panjang hukuman mati yang dilakukan Iran, yang menurut kelompok hak asasi manusia, merupakan negara dengan jumlah eksekusi mati terbanyak kedua di dunia setelah China.

Sejak perang dimulai, Iran telah mengeksekusi mati beberapa individu, termasuk pada hari Kamis lalu, ketika pihak berwenang mengeksekusi mati seorang pria yang dihukum karena bertindak atas nama Israel dan Amerika Serikat selama gelombang protes anti-pemerintah awal tahun ini. Pada tanggal 19 Maret 2026, tiga orang lainnya yang dihukum karena membunuh petugas polisi selama aksi protes juga dieksekusi mati. Selain itu, pada bulan Maret, otoritas Iran mengeksekusi mati Kouroush Keyvani, warga negara ganda Iran-Swedia, atas tuduhan menjadi mata-mata Israel.

Eksekusi mati terhadap dua anggota MEK ini terjadi hanya beberapa hari setelah empat anggota kelompok yang sama juga dieksekusi mati pada minggu ini. Hal ini menunjukkan intensifikasi tindakan keras pemerintah Iran terhadap kelompok oposisi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga