Indonesia Kutuk Keras Serangan Israel yang Tewaskan 2 Prajurit TNI di Lebanon
Indonesia Kutuk Serangan Israel Tewaskan 2 Prajurit TNI

Indonesia Kutuk Keras Serangan Israel yang Tewaskan Dua Prajurit TNI di Lebanon

Pemerintah Republik Indonesia (RI) menyampaikan kutukan sangat keras terhadap serangan militer Israel yang terjadi di dekat Bani Haiyyan, Lebanon selatan. Serangan tersebut mengakibatkan dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) gugur dan dua personel lainnya mengalami luka-luka. Kedua prajurit tersebut sedang bertugas di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Serangan Berulang yang Tidak Dapat Diterima

Melalui keterangan resmi yang dipublikasikan pada situs Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Selasa (31/3/2026), pemerintah menegaskan bahwa terulangnya serangan keji terhadap pasukan penjaga perdamaian Indonesia dalam waktu singkat merupakan tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima. Kemlu RI menilai serangan ini bukan kejadian terpisah, melainkan cerminan dari situasi keamanan yang semakin memburuk di wilayah Lebanon selatan.

"Operasi militer Israel yang terus berlangsung telah menempatkan peacekeepers Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam risiko yang sangat serius," tegas pernyataan resmi Kemlu RI. Indonesia secara konsisten mengutuk keras serangan-serangan Israel di Lebanon selatan yang secara signifikan meningkatkan ancaman terhadap keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak terhadap Mandat Perdamaian PBB

Serangan ini dinilai turut melemahkan pelaksanaan mandat UNIFIL yang telah diatur dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 tahun 2006. Pemerintah Indonesia menegaskan dengan tegas bahwa keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.

"Indonesia kembali berduka cita atas gugurnya para peacekeepers dan menyampaikan solidaritas mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami juga mendoakan pemulihan yang cepat bagi para personel yang terluka," tulis Kemlu RI dalam pernyataannya.

Identitas Prajurit yang Gugur dan Kronologi Kejadian

TNI telah mengungkap identitas kedua prajurit yang gugur dalam insiden memilukan ini. Mereka adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Menurut penjelasan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, kedua prajurit tersebut gugur saat sedang menjalankan misi mengawal kendaraan UNIFIL menuju suatu titik tertentu di Lebanon selatan.

"Dalam perjalanan, kendaraan yang dikendarai pasukan TNI mengalami ledakan hebat yang akhirnya memakan korban jiwa," jelas Aulia, seperti dilansir dari Antara. Ledakan tersebut terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan kedua prajurit tersebut gugur di tempat.

Tuntutan Investigasi dan Akuntabilitas Penuh

Pemerintah Indonesia menyerukan dengan tegas agar dilakukan penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap semua fakta terkait insiden ini. Termasuk di dalamnya adalah kronologi kejadian yang detail serta identifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

"Indonesia menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan dalam kasus ini. Tidak ada ruang bagi impunitas bagi mereka yang membahayakan nyawa pasukan penjaga perdamaian PBB," tegas pernyataan Kemlu RI. Seruan ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia terhadap penegakan hukum internasional dan perlindungan bagi personel yang bertugas dalam misi kemanusiaan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga