Indonesia Kecam Keras Pernyataan Dubes AS Soal Hak Israel Atas Wilayah Timur Tengah
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia secara resmi menyampaikan kecaman keras terhadap pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel, Mike Huckabee. Dalam pernyataannya, Huckabee mengindikasikan bahwa Israel memiliki hak untuk mengendalikan sebagian besar wilayah di kawasan Timur Tengah, termasuk Tepi Barat yang saat ini diduduki.
Pernyataan Bersama dengan Negara-Negara Timur Tengah
Kecaman ini tidak hanya disampaikan secara unilateral oleh Indonesia, melainkan melalui pernyataan bersama dengan sejumlah negara-negara Arab di kawasan Timur Tengah. Mereka secara tegas menolak dan menyatakan bahwa pernyataan Dubes AS tersebut sama sekali tidak dapat diterima oleh komunitas internasional.
"Menyampaikan kecaman keras dan keprihatinan mendalam terkait pernyataan yang dibuat oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, yang mengindikasikan bahwa dapat diterima bagi Israel untuk mengendalikan wilayah-wilayah milik negara-negara Arab, termasuk Tepi Barat yang diduduki," tulis akun resmi X Kemlu RI pada Minggu, 22 Februari 2026.
Bertentangan dengan Hukum Internasional dan Piagam PBB
Indonesia menegaskan bahwa klaim yang disampaikan oleh Dubes Mike Huckabee tersebut secara fundamental bertolak belakang dengan prinsip-prinsip hukum internasional yang berlaku serta piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pernyataan itu dinilai justru dapat mengancam stabilitas keamanan yang tengah rapuh di kawasan Timur Tengah, khususnya di jalur Gaza.
Lebih lanjut, dalam pernyataan bersama tersebut, Indonesia dan negara-negara Timur Tengah juga menyoroti bahwa ucapan Huckabee tidak sejalan dengan visi perdamaian yang pernah digaungkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump untuk konflik Palestina-Israel. Mereka menekankan bahwa upaya penyelesaian konflik di Gaza harus didasarkan pada dua prinsip utama:
- Kepastian bagi Palestina untuk memiliki negara yang merdeka dan berdaulat.
- Promosi toleransi serta kehidupan berdampingan secara damai di seluruh kawasan.
Penolakan Terhadap Legitimasi Penguasaan Tanah Orang Lain
"Mereka menggarisbawahi bahwa rencana tersebut berlandaskan pada promosi toleransi dan hidup berdampingan secara damai, dan bahwa pernyataan yang berupaya melegitimasi kendali atas tanah orang lain merusak tujuan-tujuan ini, memicu ketegangan, dan merupakan hasutan daripada memajukan perdamaian," tegas pernyataan Kemlu RI.
Indonesia bersama dengan negara-negara Arab secara eksplisit menegaskan kembali bahwa Israel sama sekali tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki ataupun wilayah Arab lainnya di Timur Tengah. Mereka mengulangi penolakan tegas terhadap setiap upaya untuk:
- Mencaplok Tepi Barat atau memisahkannya dari Jalur Gaza.
- Memperluas kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki.
- Mengancam kedaulatan negara-negara Arab di kawasan.
Latar Belakang Pernyataan Kontroversial Dubes AS
Pernyataan Duta Besar Mike Huckabee yang menuai kecaman luas ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan komentator konservatif terkenal, Tucker Carlson, yang ditayangkan pada Jumat sebelum pernyataan bersama dikeluarkan. Dalam wawancara tersebut, Carlson mengutip narasi Alkitab tentang keturunan Abraham yang diyakini akan menerima tanah yang mencakup hampir seluruh Timur Tengah.
Ketika ditanya apakah Israel memiliki hak atas tanah tersebut, Huckabee menjawab dengan mengatakan 'tidak masalah jika mereka mengambil semuanya'. Meskipun ia kemudian menambahkan bahwa Israel tidak sedang berupaya memperluas wilayahnya dan hanya memiliki hak atas keamanan di wilayah yang secara sah dikuasainya, pernyataan awalnya telah memicu gelombang protes dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Kecaman ini menegaskan kembali posisi Indonesia yang konsisten dalam mendukung perdamaian dan keadilan di Timur Tengah, serta menolak segala bentuk klaim yang dapat memperuncing konflik dan mengabaikan hak-hak bangsa Palestina.