Houthi Siap Bertindak di Laut Merah Atas Instruksi Langsung dari Iran
Houthi Siap Bertindak di Laut Merah Atas Instruksi Iran

Houthi Siap Bertindak di Laut Merah Atas Instruksi Langsung dari Iran

Kelompok Houthi yang bermarkas di Yaman secara resmi menyatakan kesiapan penuh untuk bertindak dalam solidaritas dengan Iran. Pernyataan ini disampaikan setelah Iran mengeluarkan instruksi khusus kepada kelompok pemberontak tersebut untuk beraksi di wilayah Laut Merah, sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi sejak Sabtu, 28 Februari 2026.

Instruksi Langsung Melalui Utusan Khusus

Seorang sumber pemerintah Yaman, seperti dilansir oleh Arab News pada Senin, 2 Maret 2026, mengungkapkan bahwa Iran telah memberikan perintah langsung kepada kelompok Houthi untuk melancarkan serangan militer di kawasan strategis Bab Al-Mandab dan Laut Merah. Instruksi ini disampaikan secara khusus melalui utusan Iran untuk Houthi, Mohammad Ramazani, yang bertindak sebagai perantara komunikasi antara kedua pihak.

Pemimpin kelompok Houthi, Abdulmalik Al-Houthi, telah mengonfirmasi kesiapan kelompoknya pada Sabtu, 28 Februari, dengan menegaskan bahwa mereka sepenuhnya siap untuk melakukan tindakan dalam solidaritas penuh dengan Iran. Dalam pidatonya, Al-Houthi menyerukan unjuk rasa massal di seluruh wilayah Yaman untuk mendukung Teheran, menyebutnya sebagai bagian dari solidaritas Islam, moral, dan etika serta perjuangan melawan tirani Amerika, Israel, dan Zionis.

Pernyataan Kuat dari Pemimpin Houthi

Al-Houthi menegaskan bahwa solidaritas dengan Republik Islam Iran dan rakyat Iran merupakan kewajiban Islam dan moral bagi semua Muslim. Solidaritas ini dianggap penting untuk kepentingan dunia Islam, mengingat Iran saat ini sedang berperang melawan tirani Israel-Amerika yang biadab dan menargetkan seluruh bangsa, ucapnya dengan penuh keyakinan.

Lebih lanjut, Al-Houthi menekankan kesiapan kelompok Houthi untuk menghadapi setiap perkembangan situasi yang diperlukan. Tidak ada alasan untuk khawatir mengenai Republik Islam Iran dalam menghadapi agresi Amerika-Israel, tegasnya dalam pidato yang dilansir oleh kantor berita Yaman, SABA. Dia juga membela serangan pembalasan Iran terhadap negara-negara Teluk Arab, dengan menyatakan bahwa menargetkan pangkalan-pangkalan AS merupakan tindakan yang sah dan bukan serangan terhadap negara tuan rumah yang menampung pasukan Washington.

Dampak dan Konteks Regional

Pernyataan ini muncul dalam konteks ketegangan regional yang meningkat, menyusul serangan AS dan Israel terhadap Iran. Al-Houthi menggambarkan Iran sebagai kekuatan yang kuat dengan posisi teguh dan respons tegas, yang sedang memimpin pertempuran bangsa Islam melawan tirani Amerika-Israel-Zionis. Situasi ini menandai eskalasi konflik yang berpotensi mempengaruhi stabilitas di kawasan Laut Merah, yang merupakan jalur pelayaran vital secara global.

Dengan instruksi langsung dari Iran dan kesiapan penuh dari Houthi, ancaman serangan militer di Bab Al-Mandab dan Laut Merah semakin nyata. Hal ini dapat berdampak signifikan pada keamanan maritim dan lalu lintas perdagangan internasional di wilayah tersebut, menambah kompleksitas dinamika geopolitik di Timur Tengah.