Hamas Serukan Dewan Perdamaian Tekan Israel Hentikan Pelanggaran di Gaza
Kelompok Hamas telah menyampaikan serangkaian seruan mendesak kepada Board of Peace atau Dewan Perdamaian menjelang Konferensi Tingkat Tinggi perdana mereka yang dijadwalkan berlangsung di Washington pada Kamis, 19 Februari 2026. Dalam pernyataannya, juru bicara Hamas, Hazem Qassem, secara tegas meminta agar dewan tersebut memberikan tekanan yang kuat kepada Israel untuk segera menghentikan apa yang disebutnya sebagai pelanggaran gencatan senjata di wilayah Gaza.
Desakan untuk Tindakan Serius
Qassem menegaskan bahwa Hamas mendesak semua anggota dewan untuk mengambil tindakan serius yang konkret guna memaksa pendudukan Israel menghentikan berbagai pelanggaran yang masih terjadi di Gaza. Pernyataan ini disampaikannya kepada kantor berita AFP pada Selasa, 17 Februari 2026, sebagai bagian dari upaya diplomasi menjelang KTT tersebut.
Ia lebih lanjut menuduh bahwa perang di Jalur Gaza masih terus berlangsung dalam berbagai bentuk yang mengkhawatirkan, termasuk:
- Pembunuhan terhadap warga sipil
- Pengusiran paksa penduduk setempat
- Pengepungan ketat yang membatasi akses kebutuhan dasar
- Kondisi kelaparan yang semakin meluas di tengah masyarakat
Seruan dari Hamas ini muncul dalam konteks meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut, di mana Dewan Perdamaian diharapkan dapat memainkan peran kunci dalam mendorong resolusi konflik. Kelompok tersebut menekankan bahwa tanpa intervensi yang efektif, situasi kemanusiaan di Gaza berpotensi memburuk lebih lanjut, mengancam stabilitas regional.
Board of Peace, yang merupakan inisiatif baru dalam diplomasi internasional, kini menghadapi ujian nyata dalam menanggapi tuntutan dari pihak-pihak yang terlibat konflik. Respons dewan terhadap seruan Hamas ini akan sangat dipantau oleh komunitas global, terutama dalam upaya mencari jalan keluar yang berkelanjutan untuk perdamaian di Timur Tengah.