Gedung Putih Klaim Israel Setujui Gencatan Senjata dengan Iran
Gedung Putih Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa Israel telah menyetujui ketentuan gencatan senjata yang disepakati oleh AS dan Iran. Pernyataan ini muncul setelah perang berkecamuk selama lebih dari enam minggu di kawasan Timur Tengah, menambah dimensi baru dalam upaya perdamaian regional.
Persetujuan Diam-Diam dari Tel Aviv
Menurut informasi yang dilansir dari AFP dan CBS News pada Rabu (8/4/2026), sejumlah pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa Tel Aviv setuju untuk menangguhkan serangan terhadap Teheran selama dua minggu gencatan senjata berlangsung. Keterangan ini diberikan kepada sejumlah media internasional terkemuka pada Selasa (7/4), tak lama setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata AS-Iran.
Seorang pejabat Gedung Putih yang tidak disebut namanya, seperti dikutip CBS News, dengan tegas menyatakan: "Iya, Israel telah menyetujui" garis besar perjanjian gencatan senjata tersebut. Hal serupa dilaporkan oleh Reuters, yang mengutip dua pejabat Gedung Putih yang mengonfirmasi bahwa Israel menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dan bersedia menangguhkan operasi pengeboman terhadap Iran.
Dukungan Netanyahu dan Pernyataan Resmi Israel
Meskipun otoritas Israel sendiri belum secara terang-terangan membahas keterlibatannya dalam gencatan senjata AS-Iran, kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan dukungan untuk keputusan Trump menangguhkan pengeboman terhadap Iran selama gencatan senjata yang berlangsung dua minggu. Pernyataan ini disampaikan empat jam setelah pengumuman Trump via Truth Social pada Selasa (7/4) malam.
"Israel juga mendukung upaya-upaya AS untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi memberikan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, dan negara-negara tetangga Arab yang menjadi tetangga Iran, dan dunia," demikian bunyi pernyataan resmi dari kantor Netanyahu. Kantor PM Israel menambahkan bahwa Amerika Serikat telah memberitahu Israel tentang komitmen mereka untuk mencapai tujuan-tujuan ini dalam negosiasi yang akan datang, yang dipegang bersama oleh AS, Israel, dan sekutu regional Israel.
Mediasi Pakistan dan Kontradiksi Militer Israel
Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator dalam gencatan senjata ini, telah mengumumkan bahwa AS dan sekutu-sekutunya telah menyetujui gencatan senjata "di mana-mana termasuk Lebanon". Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Israel juga setuju untuk menghentikan serangan terhadap Iran, memperluas cakupan kesepakatan perdamaian.
Namun, terlepas dari berbagai informasi dan klaim tersebut, muncul kontradiksi yang signifikan. Seorang juru bicara militer Israel mengatakan kepada CNN bahwa Israel masih melancarkan serangan terhadap Iran. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi dan implementasi nyata dari gencatan senjata yang diklaim oleh Gedung Putih, menciptakan ketidakpastian dalam situasi yang sudah tegang di Timur Tengah.
Dengan demikian, meskipun Gedung Putih dan Netanyahu menunjukkan sinyal dukungan, realitas di lapangan mungkin masih jauh dari kata damai, mengingat laporan serangan yang masih berlanjut dari pihak militer Israel.



