Dubes UEA Tegaskan Selat Hormuz Masih Terbuka Meski Trump Ancam Blokade Iran
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menerima kunjungan diplomatik penting dari Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdullah Salem Al Dhaheri, di kompleks parlemen, Jakarta, pada Rabu (15/4/2026). Pertemuan ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat menyusul ancaman blokade militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Pernyataan Resmi Dubes UEA
Dalam keterangan persnya di gedung MPR/DPR, Senayan, Abdullah Salem Al Dhaheri dengan tegas menyatakan bahwa Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi terblokir. Jalur pelayaran strategis tersebut tetap terbuka dan beroperasi normal.
"Selat Hormuz kini sesungguhnya tidak terblokir. Jalur pelayaran kembali terbuka, dan saya percaya hal itu tidak terlepas dari keterlibatan Amerika Serikat," jelas Dubes Abdullah kepada para wartawan yang hadir.
Kesiapan UEA Hadapi Kemungkinan Blokade
Meski menyatakan kondisi saat ini normal, Dubes UEA mengungkapkan kesiapan negaranya jika situasi berubah. Ia memastikan bahwa produksi minyak UEA tidak akan terganggu bahkan jika Selat Hormuz benar-benar diblokade di masa depan.
"Uni Emirat Arab juga memiliki jalur akses alternatif, di mana minyak dialirkan dari Abu Dhabi ke Fujairah dengan melewati Selat Hormuz. Sebanyak 1,8 juta barel per hari minyak mentah dialirkan melalui Fujairah, ini benar-benar meringankan situasi di UEA," paparnya secara rinci.
Peringatan untuk Iran
Di sisi lain, diplomat senior UEA ini memberikan peringatan kepada Iran agar tidak menggunakan Selat Hormuz sebagai alat tekanan politik.
"Karena Selat Hormuz harus selalu terbuka. Jalur pelayaran harus tetap terbuka sepanjang tahun agar tidak mengganggu pasokan komoditas dan produk ke seluruh dunia," tegas Abdullah.
Latar Belakang Ancaman Blokade AS
Pernyataan Dubes UEA ini merupakan respons terhadap ancaman yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya. Trump mengumumkan bahwa militer AS akan memblokade semua kapal yang menuju atau meninggalkan pelabuhan serta wilayah pesisir Iran.
"Kita tidak bisa membiarkan sebuah negara memeras dunia," kata Trump dari Gedung Putih, menambahkan bahwa langkah ini bertujuan memaksa Iran membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.
Presiden AS itu bahkan mengeluarkan peringatan keras bahwa kapal perang Iran yang mendekati area blokade akan dihancurkan. Setiap kapal Iran yang mendekat akan "segera dieliminasi" menurut pernyataannya.
Dampak Strategis dan Ekonomi
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital yang dalam kondisi normal dilalui sekitar:
- Seperlima perdagangan minyak dunia
- Seperlima perdagangan gas alam dunia
- Ribuan kapal tanker setiap tahunnya
Blokade yang diancamkan AS akan diberlakukan terhadap kapal dari semua negara yang mencoba memasuki atau meninggalkan pelabuhan Iran. Langkah ini diambil setelah pembicaraan damai antara Washington dan Teheran mengalami kebuntuan pada akhir pekan sebelumnya.
Situasi ini menciptakan ketidakpastian di pasar energi global, meskipun pernyataan Dubes UEA memberikan sedikit kepastian bahwa jalur pelayaran masih berfungsi normal untuk saat ini.



