Dubes Iran Tegaskan Isu Perpecahan Suni-Syiah Adalah Bikinan Zionis
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan pernyataan tegas bahwa isu perpecahan mazhab Suni kontra Syiah sebenarnya diinisiasi oleh Zionis. Menurutnya, hal ini bertujuan untuk memecah belah umat Islam dan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi Israel dalam konflik yang sedang berlangsung.
Strategi Zionis untuk Memecah Belah Umat Islam
Dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta Selatan pada Jumat (3/4/2026), Boroujerdi mengungkapkan bahwa perbedaan atau bahkan perpecahan antarmazhab dan antaragama sengaja dikondisikan oleh Zionis. "Perpecahan antarmazhab, perpecahan antaragama sebenarnya diinisiasi dan dikondisikan oleh Zionis supaya umat Islam dalam bermazhab atau umat manusia dalam beragama menjadi terkotak-kotak, menjadi terpisah-pisah, tercerai-berai," tegasnya.
Dia menjelaskan bahwa ketika umat Islam sudah tercerai-berai, Iran akan menjadi lemah. Kondisi ini menjadi celah yang memudahkan Zionis untuk menghancurkan bahkan meniadakan Iran. "Adapun di Iran menanggapi masalah ini, di sana sudah tidak ada lagi pembahasan Suni dan Syiah karena di Iran masyarakatnya banyak; ada beberapa wilayah yang mayoritasnya bahkan Ahlusunah," tambah Boroujerdi.
Kondisi Harmonis Suni-Syiah di Iran
Boroujerdi memberikan gambaran tentang kerukunan yang terjalin di Iran antara penganut Suni dan Syiah. "Di bagian wilayah barat dan di wilayah timur diduduki oleh mayoritas Ahlusunah (Suni), tetapi tetap ada warga Syiahnya. Begitu juga sebaliknya, di komunitas Syiah juga ada Ahlusunah dan mereka tidak lagi mengenal pencerai-beraian," paparnya.
Lebih lanjut, dia menekankan bahwa di Iran, sebagian Ahlusunah bahkan menjadi tentara dan panglima, menunjukkan integrasi yang kuat. "Jadi, sudah tidak ada lagi. Mereka juga menyadari bahwa ketika rudal dari Israel dijatuhkan, rudal ini tidak memilih mana Suni mana Syiah; semuanya akan terkena dampak," ucap Boroujerdi dengan nada serius.
Peringatan untuk Tidak Terprovokasi
Dalam konteks perang yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, Boroujerdi menyampaikan pesan penting. Dia menegaskan bahwa perbedaan mazhab dan agama tidak semestinya dibesar-besarkan dalam kondisi perang. "Ya, kalau kita melihat saat ini, bahkan Israel-lah yang memisah-misahkan antaragama," tutupnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi seruan untuk menjaga persatuan umat Islam dan tidak terprovokasi oleh isu-isu perpecahan yang sengaja diciptakan. Boroujerdi mengingatkan bahwa musuh sebenarnya adalah Zionis yang berusaha melemahkan posisi Iran melalui strategi memecah belah.



