Serangan drone yang dilancarkan oleh pasukan Ukraina telah menghantam sebuah kilang minyak di wilayah Rusia, memicu kebakaran besar yang melibatkan tangki penyimpanan minyak. Insiden ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang terus berlanjut antara kedua negara, meskipun baru saja dilakukan pembicaraan damai yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Moskow Klaim Hancurkan 113 Drone dalam Semalam
Kementerian Pertahanan Rusia mengeluarkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa pasukan pertahanan mereka berhasil mencegat dan menghancurkan total 113 drone Ukraina dalam rentang waktu semalam, mulai dari Rabu hingga Kamis dini hari. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap serangan yang menargetkan infrastruktur energi di wilayah mereka.
Kilang Minyak di Velikiye Luki Jadi Sasaran
Gubernur Pskov Oblast, Mikhail Vedernikov, mengkonfirmasi secara terpisah bahwa salah satu serangan drone tersebut secara spesifik menargetkan kilang minyak yang terletak di area Velikiye Luki. Lokasi ini berjarak sekitar 500 kilometer di sebelah barat ibu kota Moskow, menunjukkan perluasan jangkauan serangan Ukraina ke wilayah yang lebih dalam.
Vedernikov melaporkan bahwa serangan itu menyebabkan kebakaran di tangki penyimpanan minyak, yang berpotensi mengganggu pasokan energi. Namun, berdasarkan laporan awal, tidak ada korban jiwa atau cedera yang dialami oleh warga sipil maupun staf yang bekerja di kilang minyak tersebut.
Serangan Terjadi Usai Pembicaraan Damai yang Sulit
Insiden serangan drone ini terjadi hanya beberapa hari setelah Kyiv dan Moskow mengadakan pembicaraan selama dua hari di Jenewa, Swiss, yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Pembicaraan tersebut bertujuan untuk mencari penyelesaian terhadap perang yang telah berkecamuk selama empat tahun terakhir di Ukraina.
Kedua belah pihak menggambarkan diskusi tersebut sebagai sulit dan tidak ada terobosan signifikan yang diumumkan. Hal ini mencerminkan kompleksitas konflik yang melibatkan isu-isu geopolitik dan keamanan regional.
Ukraina Belum Beri Pernyataan Langsung
Hingga saat ini, Ukraina belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan drone terhadap kilang minyak Rusia tersebut. Namun, diketahui bahwa Kyiv telah melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap berbagai target di wilayah Rusia, termasuk kilang minyak, infrastruktur pelabuhan, dan fasilitas energi lainnya.
Sejak invasi militer Rusia dilancarkan pada Februari 2022, Ukraina terus menjadi sasaran pengeboman hampir setiap hari. Serangan balasan ini dianggap sebagai upaya untuk mengurangi kapasitas militer dan ekonomi Moskow dalam konflik yang berkepanjangan.
Insiden terbaru ini memperlihatkan bagaimana ketegangan antara kedua negara tetap tinggi, bahkan setelah upaya diplomasi dilakukan. Dampak dari serangan terhadap kilang minyak dapat mempengaruhi stabilitas energi regional dan memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan tersebut.