Drone Iran Serang Gedung Dekat Konsulat AS di Dubai, Picu Kebakaran
Drone Iran Serang Dekat Konsulat AS di Dubai, Picu Kebakaran

Drone Iran Serang Gedung Dekat Konsulat AS di Dubai, Picu Kebakaran

Sebuah serangan drone yang dilaporkan berasal dari Iran telah menghantam gedung di dekat kantor Konsulat Amerika Serikat di Dubai, Uni Emirat Arab. Insiden ini terjadi pada Selasa malam waktu setempat dan sempat memicu kebakaran di lokasi tersebut.

Tanggapan Pihak Berwenang dan Media

Kantor media Dubai mengonfirmasi bahwa pihak berwenang telah berhasil memadamkan kebakaran yang disebabkan oleh insiden terkait drone tersebut. Dalam pernyataannya, mereka menegaskan bahwa tidak ada korban luka yang dilaporkan dalam kejadian ini.

"Pihak berwenang Dubai telah mengonfirmasi bahwa kebakaran akibat insiden terkait drone di dekat Konsulat AS telah berhasil dipadamkan," tulis kantor media Dubai. Mereka juga menekankan komitmen untuk memastikan keselamatan dan keamanan semua orang di wilayah tersebut.

Detail Lebih Lanjut dari Sumber AS dan Dubai

Seorang pejabat Amerika Serikat dan kantor media pemerintah Dubai memberikan informasi tambahan kepada Wall Street Journal, mengungkapkan bahwa drone tersebut menabrak area parkir konsulat. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan asap hitam mengepul di sekitar lokasi kejadian, memperkuat laporan tentang serangan ini.

Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, melaporkan bahwa sebuah drone Iran telah menghantam konsulat AS di Dubai, meskipun detail lebih spesifik belum dikonfirmasi secara independen.

Konteks Serangan Drone di Timur Tengah

Insiden di Dubai ini terjadi dalam konteks ketegangan yang meningkat di Timur Tengah. Sehari sebelumnya, pada Senin, dua drone juga menyerang Kedutaan Besar AS di Arab Saudi, mendorong pihak kedutaan untuk mengimbau warga Amerika di Jeddah, Riyadh, dan Dhahran untuk berlindung di tempat masing-masing.

Selanjutnya, Kedutaan Besar AS di Kuwait mengumumkan penutupan sementara kantor dan layanan mereka hingga waktu yang belum ditentukan, menandakan kekhawatiran atas keamanan di wilayah tersebut.

Upaya Evakuasi oleh Departemen Luar Negeri AS

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Departemen Luar Negeri AS sedang berupaya membantu warga Amerika di Timur Tengah untuk meninggalkan negara-negara yang terdampak. "Kami telah mengidentifikasi dan terus mengidentifikasi penerbangan charter, opsi penerbangan militer, dan opsi penerbangan komersial yang diperluas, yang berarti bekerja sama dengan maskapai penerbangan untuk mengirimkan pesawat yang lebih besar dengan lebih banyak tempat duduk," kata Rubio dalam konferensi pers di Washington DC.

Serangkaian serangan drone ini menambah kompleksitas situasi keamanan di Timur Tengah, dengan pihak berwenang terus memantau perkembangan untuk mencegah insiden lebih lanjut.