China Luncurkan 'Tahun Tiongkok' untuk APEC 2026, Fokus pada FTAAP dan Transformasi Hijau-Digital
China Luncurkan 'Tahun Tiongkok' untuk APEC 2026

China Luncurkan 'Tahun Tiongkok' sebagai Fondasi Strategis APEC 2026

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, secara resmi meluncurkan inisiatif strategis bertajuk 'Tahun Tiongkok' sebagai landasan utama pelaksanaan Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) pada tahun 2026. Agenda ini menekankan urgensi penguatan integrasi ekonomi kawasan, percepatan transformasi digital dan hijau, serta perluasan kolaborasi lintas sektor yang substansial untuk mendorong kemakmuran bersama di Asia Pasifik.

Fokus pada Pembangunan Komunitas dan Percepatan FTAAP

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa Wang Yi telah memaparkan rancangan hasil utama yang diharapkan dari inisiatif ini. "Menlu Wang Yi membagikan rancangan hasil utama dari 'Tahun Tiongkok' APEC. Ia mendorong para pihak untuk fokus pada tujuan utama membangun komunitas Asia-Pasifik, dan memajukan proses pembangunan Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik (FTAAP)," kata Lin Jian. China siap menyambut para delegasi dengan tema besar 'Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama'.

Rangkaian kegiatan diplomasi ekonomi ini telah dimulai melalui Pertemuan Pejabat Senior (SOM) yang berlangsung pada 1–10 Februari 2026 di Guangzhou, Provinsi Guangdong. Wang Yi menyoroti pentingnya FTAAP dan jaringan konektivitas sebagai batu penjuru integrasi ekonomi regional. Ia mengajak seluruh anggota untuk bersinergi menyatukan berbagai perjanjian dagang yang ada, seperti Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) dan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP), demi memperluas jalan menuju FTAAP.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tiga Transformasi Utama sebagai Mesin Pertumbuhan Baru

Wang Yi menilai bahwa Cetak Biru Konektivitas APEC periode 2015–2025 telah membuahkan hasil signifikan, namun momentum ini perlu ditingkatkan dengan mengidentifikasi lebih banyak kepentingan yang saling terkait antar anggota ekonomi. Selain konektivitas fisik, China mendorong percepatan tiga transformasi utama:

  • Transformasi Digital: Memanfaatkan teknologi digital untuk memajukan kerja sama praktis dalam perdagangan elektronik lintas batas, aliran data, dan bea cukai cerdas.
  • Transformasi Ilmu Pengetahuan: Membangun kemitraan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi serta mendorong ekosistem inovasi yang terbuka.
  • Transformasi Lingkungan: Mempercepat pembangunan hijau dan rendah karbon dengan inisiatif energi bersih, mineral hijau, dan perlindungan lingkungan.

Wang Yi juga menyoroti pentingnya pengembangan kecerdasan artifisial (AI) yang berpusat pada manusia sebagai bagian dari agenda transformasi ini.

Tata Kelola Inklusif dan Penguatan Konektivitas Manusia

Aspek tata kelola menjadi sorotan utama dalam agenda "Tahun China". Wang Yi menekankan perlunya menghormati keragaman antaranggota sembari memperdalam kerja sama praktis yang menyentuh langsung kebutuhan pembangunan, mulai dari isu kesehatan hingga ketahanan pangan. "Dalam memerangi korupsi, semua pihak harus membangun hasil dan konsensus dari pertemuan Beijing dan memperkuat kerja sama lintas batas," papar Wang Yi.

China juga menyerukan penguatan interaksi di level akar rumput, mencakup Usaha Kecil dan Menengah (UKM), pemberdayaan perempuan, pemuda, serta media guna mempererat hubungan antarmasyarakat. Informasi lengkap terkait agenda ini dapat diakses melalui situs resmi yang baru diluncurkan, www.apec2026.cn. Sebagai forum yang beranggotakan 21 entitas ekonomi, APEC terus berpegang pada visi jangka panjang Putrajaya Vision 2040 untuk menciptakan kawasan yang terbuka, dinamis, tangguh, dan damai.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga