Australia Tutup Sementara Kedutaan di Timur Tengah Akibat Eskalasi Konflik AS-Israel vs Iran
Australia Tutup Kedutaan di Timur Tengah Gegara Perang

Pemerintah Australia telah mengambil langkah drastis dengan menutup sementara sejumlah misi diplomatiknya di kawasan Timur Tengah. Keputusan ini diambil di tengah kekhawatiran yang semakin mendalam mengenai eskalasi konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Penutupan Kedutaan dan Konsulat

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong, dalam pernyataan resminya yang dilansir Reuters pada Rabu, 11 Maret 2026, mengumumkan bahwa Canberra telah menutup sementara Kedutaan Besar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, serta di Tel Aviv, Israel. Selain itu, Konsulat Australia di Dubai, Uni Emirat Arab, juga telah ditutup untuk sementara waktu.

Wong menjelaskan bahwa setidaknya sembilan kota yang menjadi lokasi Kedutaan Besar dan Konsulat Australia telah dilanda serangan rudal dan drone yang intensif. "Serangan balasan Iran terus berlanjut dalam skala dan kedalaman yang belum pernah kita lihat sebelumnya," kata Wong kepada parlemen Australia.

Dampak Konflik yang Meluas

Konflik ini, menurut Wong, "kemungkinan akan meningkat dan berlanjut dalam waktu dekat". Ia menegaskan bahwa misi diplomatik di Abu Dhabi, Dubai, dan Tel Aviv semuanya harus ditutup secara fisik dalam seminggu terakhir akibat kondisi keamanan yang memburuk.

Australia juga telah menginstruksikan para anggota keluarga pejabat diplomatik yang bertugas di Uni Emirat Arab dan Israel untuk segera meninggalkan negara-negara tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perlindungan keselamatan warga negara Australia di kawasan yang semakin tidak stabil.

Latar Belakang Ketegangan

Ketegangan di Timur Tengah meningkat secara signifikan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Sebagai balasannya, Teheran meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel serta negara-negara Teluk yang diketahui menampung aset militer AS.

"Serangan berbahaya dan destabilisasi oleh Iran membahayakan nyawa warga sipil, termasuk nyawa warga Australia, dan kita terus mendukung warga Australia yang terdampak seiring dengan dimulainya kembali penerbangan komersial terbatas dan perluasan upaya konsuler," ujar Wong menegaskan.

Evakuasi Warga Australia

Lebih dari 3.200 warga Australia telah berhasil kembali dari Timur Tengah dengan menggunakan 23 penerbangan komersial yang diselenggarakan dalam upaya evakuasi. Ketika konflik pertama kali dimulai, tercatat sekitar 115.000 warga negara Australia berada di kawasan tersebut, menunjukkan besarnya tantangan logistik dan keamanan yang dihadapi.

Penutupan sementara kedutaan ini mencerminkan keprihatinan serius pemerintah Australia terhadap keamanan staf diplomatik dan warga negaranya di tengah konflik yang terus berkecamuk. Langkah-langkah lebih lanjut masih dipantau secara ketat seiring perkembangan situasi di lapangan.