AS Akan Tinjau Kembali Hubungan dengan NATO Usai Perang Iran
Jakarta - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengungkapkan bahwa pemerintah AS akan melakukan peninjauan ulang terhadap hubungannya dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) setelah konflik bersenjata dengan Iran berakhir. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan stasiun televisi Fox News pada hari Selasa, 31 Maret 2026.
Rubio menegaskan bahwa evaluasi tersebut diperlukan untuk menilai kembali nilai dan manfaat keanggotaan NATO bagi kepentingan nasional Amerika Serikat. "Setelah konflik ini berakhir, kita harus meninjau kembali hubungan itu. Kita harus meninjau kembali nilai NATO dalam aliansi itu untuk negara kita," ujar Rubio, seperti dilaporkan kantor berita AFP.
Keputusan Akhir Ada di Tangan Presiden Trump
Diplomat senior AS itu menambahkan bahwa keputusan final mengenai masa depan hubungan dengan NATO akan berada di tangan Presiden Donald Trump. Rubio, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu pendukung kuat NATO selama masa jabatannya di Senat AS, mengaku telah menemukan nilai signifikan dalam aliansi tersebut.
Nilai utama yang dia soroti adalah keberadaan pangkalan-pangkalan militer AS di Eropa, yang memungkinkan proyeksi kekuatan militer Amerika ke berbagai belahan dunia. Namun, Rubio menyatakan kekhawatirannya bahwa nilai ini kini dipertanyakan.
Persoalan Penggunaan Pangkalan Militer di Eropa
Rubio mengkritik beberapa sekutu NATO di Eropa yang membatasi penggunaan pangkalan militer mereka oleh pasukan AS selama perang melawan Iran. Meskipun Washington tidak meminta serangan udara dari sekutu-sekutu tersebut, permintaan untuk menggunakan pangkalan militer mereka justru ditolak.
"Jika sekarang kita telah mencapai titik di mana aliansi NATO berarti kita tidak dapat menggunakan pangkalan-pangkalan itu, bahwa pada kenyataannya kita tidak lagi dapat menggunakan pangkalan-pangkalan itu untuk membela kepentingan Amerika, maka NATO adalah jalan satu arah," tegas Rubio.
Ia mempertanyakan alasan keanggotaan AS dalam NATO jika sekutu-sekutu tidak bersedia mendukung operasi militer yang penting bagi kepentingan nasional Amerika. Komentar Rubio ini muncul setelah insiden penolakan izin oleh Italia dan Spanyol.
Penolakan Italia dan Spanyol Terhadap Operasi AS
Pada hari Selasa lalu, terungkap bahwa pemerintah Italia menolak memberikan izin pendaratan bagi pesawat pengebom AS yang sedang dalam perjalanan ke Timur Tengah untuk misi tempur. Sehari sebelumnya, Spanyol juga menutup wilayah udaranya bagi pesawat-pesawat AS yang terlibat dalam operasi melawan Iran.
Insiden-insiden ini memperkuat argumen Rubio bahwa NATO mungkin tidak lagi memberikan manfaat timbal balik yang diharapkan. Rubio menekankan bahwa pertanyaan mendasar tentang nilai keanggotaan AS dalam aliansi harus diajukan dan dijawab secara serius.
Dengan latar belakang perang Iran yang mendekati akhir, wacana peninjauan ulang hubungan dengan NATO ini diperkirakan akan memicu diskusi intensif di kalangan pembuat kebijakan dan analis keamanan internasional. Masa depan aliansi pertahanan terbesar di dunia ini kini berada di bawah pengawasan ketat.



