AS Tawarkan Rp 168 Miliar untuk Informasi Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei
AS Tawarkan Rp 168 M untuk Informasi Pemimpin Baru Iran

AS Tawarkan Rp 168 Miliar untuk Informasi Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penawaran hadiah uang tunai yang sangat besar untuk informasi tentang pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, beserta sejumlah pejabat tinggi lainnya dari negara tersebut. Nilai hadiah yang ditawarkan mencapai USD 10 juta atau setara dengan Rp 168 miliar bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi berharga.

Individu-individu yang Dicari

Menurut pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS yang dikutip dari AFP pada Sabtu (14/3/2026), terdapat sepuluh individu yang masuk dalam daftar pencarian. Selain Mojtaba Khamenei, dua menteri Iran juga termasuk dalam daftar tersebut, yaitu Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni dan Menteri Intelijen serta Keamanan Esmail Khatib.

"Individu-individu ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang merencanakan, mengatur, dan melaksanakan terorisme di seluruh dunia," tegas pernyataan resmi tersebut. Tuduhan ini menjadi dasar utama mengapa AS mengambil langkah ekstrem dengan menawarkan hadiah sebesar itu.

Mekanisme Pengiriman Informasi

Pemerintah Amerika Serikat mendesak para calon pemberi informasi untuk mengirimkan data atau bukti melalui platform komunikasi yang aman dan terenkripsi, khususnya menggunakan Tor atau Signal. AS menjamin bahwa informasi yang valid tidak hanya berpotensi menghasilkan hadiah uang tunai, tetapi juga dapat memenuhi syarat untuk program relokasi ke tempat yang lebih aman.

"Informasi Anda dapat membuat Anda memenuhi syarat untuk relokasi dan hadiah," demikian penegasan dari Departemen Luar Negeri AS. Program ini merupakan bagian dari inisiatif yang dikenal sebagai "Hadiah untuk Keadilan", yang secara khusus menawarkan imbalan finansial untuk intelijen yang mengarah pada penangkapan atau penuntutan terhadap individu-individu yang dicari.

Latar Belakang Konflik yang Berkepanjangan

Pengumuman ini muncul dalam konteks perang yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, yang dimulai sejak Sabtu (28/2) lalu. Konflik ini semakin memanas setelah ayah Mojtaba Khamenei, yaitu Ali Khamenei, tewas dalam serangan bom pada tanggal 28 Februari, tepat di awal eskalasi permusuhan tersebut.

Kematian Ali Khamenei tidak hanya meninggalkan kekosongan kepemimpinan di Iran, tetapi juga memperuncing ketegangan yang sudah ada. Mojtaba Khamenei, yang kini mengambil alih posisi sebagai pemimpin tertinggi, langsung menjadi sorotan utama dalam strategi tekanan internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Implikasi dan Tujuan Strategis

Penawaran hadiah sebesar Rp 168 miliar ini bukan hanya sekadar insentif finansial, melainkan bagian dari upaya yang lebih luas untuk:

  • Mengganggu operasi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang dituduh terlibat dalam aktivitas terorisme global.
  • Memberikan tekanan psikologis dan operasional terhadap kepemimpinan baru Iran di bawah Mojtaba Khamenei.
  • Mendorong adanya pengungkapan informasi internal dari dalam Iran sendiri, yang mungkin dapat memperlemah posisi rezim saat ini.

Langkah AS ini juga mencerminkan komitmen yang kuat dalam memerangi apa yang mereka anggap sebagai ancaman terorisme yang bersumber dari Iran. Dengan menargetkan langsung para pemimpin dan pejabat tinggi, Washington berharap dapat memutus mata rantai komando dan kontrol yang diyakini berada di balik berbagai aksi kekerasan di berbagai belahan dunia.

Meskipun demikian, respons dari pemerintah Iran terhadap penawaran hadiah ini belum secara resmi dikeluarkan. Namun, dapat dipastikan bahwa langkah AS ini akan semakin memperburuk hubungan diplomatik yang sudah tegang antara kedua negara, serta berpotensi memicu reaksi balasan yang mungkin akan memperluas cakupan konflik yang sedang terjadi.