AS Tarik Staf Diplomatik dari Qatar Usai Serangan Balasan Iran
Asap mengepul di Doha, Qatar, setelah Iran melancarkan pembalasan terhadap serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah memberikan izin kepada para staf diplomatik non-darurat dan anggota keluarga mereka untuk segera meninggalkan Qatar. Langkah ini diambil menyusul serangan pembalasan dari Iran yang menargetkan pangkalan dan posisi personel AS di negara tersebut.
Pengumuman Resmi Kedutaan Besar AS
Kedutaan Besar AS di Qatar, seperti dilansir AFP pada Senin (2/3/2026), mengumumkan langkah ini dalam pernyataan yang dirilis pada Minggu (1/3) waktu setempat. Pernyataan itu keluar sehari setelah Washington bersama sekutunya, Israel, melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran.
"Departemen Luar Negeri memberikan izin kepada para pegawai pemerintah AS non-darurat dan anggota keluarga para personel pemerintah itu untuk meninggalkan Qatar karena risiko keselamatan," demikian bunyi pengumuman Kedutaan Besar AS di Qatar yang disampaikan via situs resminya.
Dalam pengumumannya, Kedutaan Besar AS juga memperingatkan setiap warga negara AS untuk "mempertimbangkan kembali perjalanan ke Qatar karena ancaman konflik bersenjata". Qatar merupakan salah satu negara di Timur Tengah yang menampung pasukan militer AS, dan menjadi target pembalasan Iran.
Dampak Serangan Balasan Iran
Pada hari pertama serangan pembalasan Iran pada Sabtu (28/2), kepulan asap mengepul dari pangkalan-pangkalan AS yang ada di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab dan Manama di Bahrain, yang menjadi lokasi Armada Kelima Angkatan Laut AS berada. Pangkalan AS di Kuwait juga menjadi sasaran serangan pembalasan Iran.
Tak ketinggalan, pangkalan Al Udeid di Qatar, yang merupakan pangkalan militer AS terbesar di kawasan tersebut, juga menjadi target pembalasan Teheran. Para pejabat Qatar melaporkan bahwa Iran telah meluncurkan 65 rudal dan 12 drone ke arah wilayahnya sejak akhir pekan. Doha mengklaim sebagian besar rudal dan drone Teheran itu berhasil dicegat.
Namun, sebut para pejabat Qatar itu, sedikitnya delapan orang mengalami luka-luka, dengan satu orang di antaranya dalam kondisi kritis. Sementara itu, para pejabat AS melaporkan bahwa setidaknya tiga tentara AS tewas dan beberapa tentara lainnya luka parah akibat serangan pembalasan Iran yang menargetkan pangkalan AS di seluruh kawasan Timur Tengah. Jumlah korban jiwa diperkirakan masih akan bertambah.
Serangan ini menandai eskalasi ketegangan di kawasan, dengan Qatar sebagai titik fokus akibat keberadaan pangkalan militer AS yang strategis. Langkah penarikan staf diplomatik non-darurat mencerminkan kekhawatiran AS atas keamanan personelnya di tengah konflik yang terus memanas.
