Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan berada di titik nadir yang semakin mengkhawatirkan. Wakil Presiden AS, J.D. Vance, melayangkan peringatan keras sekaligus teguran terbuka kepada pemerintah Israel agar segera mematuhi dan menyetujui perjanjian damai (MoU) yang diinisiasi oleh Presiden Donald Trump dengan Iran.
Pernyataan Tegas di Gedung Putih
Pernyataan tajam ini disampaikan Vance dalam konferensi pers yang berlangsung selama satu jam di Gedung Putih pada Kamis (18/6/2026) waktu setempat. Ketegangan ini menandai keretakan publik paling nyata sejak AS dan Israel meluncurkan perang bersama melawan Iran hampir empat bulan lalu, dilansir dari Times, Jumat (19/6/2026).
Implikasi Diplomatik
Langkah ini menunjukkan perubahan signifikan dalam dinamika hubungan antara kedua sekutu lama tersebut. Tekanan AS terhadap Israel untuk menerima kesepakatan damai dengan Iran mencerminkan prioritas baru pemerintahan Trump di kawasan Timur Tengah.



