Pakar Kebijakan Luar Negeri Sebut AS Tak Lagi Kuasai Perang Iran
Seorang pakar kebijakan luar negeri mengenai Iran dari Quincy Institute, Trita Parsi, mengungkapkan analisis mengejutkan terkait konflik di Timur Tengah. Menurutnya, Amerika Serikat (AS) saat ini sudah tidak lagi mengendalikan perang yang melibatkan Iran. Pernyataan ini disampaikan menyusul komentar Presiden AS Donald Trump yang mengatakan bahwa ia akan meninggalkan Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu.
Pernyataan Trump Jadi Indikasi Hilangnya Kendali
Parsi menegaskan bahwa pernyataan Trump tersebut justru memperlihatkan bahwa AS tidak lagi memegang kendali atas perang tersebut. "Jangka waktunya terus diperpanjang karena, pada akhirnya, Amerika Serikat tidak lagi memegang kendali atas perang yang kini telah berubah menjadi 'bencana'," kata Trita, seperti dilansir dari Al Jazeera pada Rabu, 1 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa dinamika konflik telah bergeser sehingga membuat AS kehilangan posisi dominan dalam mengatur jalannya perang. Situasi ini, menurut Parsi, mencerminkan kegagalan strategi kebijakan luar negeri Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Trump Dianggap Tak Akan Mudah Tinggalkan Konflik
Lebih lanjut, pakar dari Quincy Institute itu menyatakan bahwa menurut analisisnya, Donald Trump tidak akan mudah meninggalkan konflik atau perang di Timur Tengah begitu saja. Meskipun ada pernyataan tentang waktu singkat, realitas di lapangan menunjukkan kompleksitas yang jauh lebih besar.
Parsi menggarisbawahi bahwa perang telah berkembang menjadi situasi yang sulit dikendalikan oleh pihak manapun, termasuk Amerika Serikat. Ini menjadi tantangan serius bagi administrasi Trump dalam merumuskan langkah-langkah penyelesaian konflik yang sudah berlarut-larut tersebut.
Analisis ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, dengan berbagai perkembangan yang terus mempengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.



