Dubes Korsel Terima Buku MBG Polri sebagai Instrumen Gastrodiplomasi Indonesia
Duta Besar Korea Selatan (Dubes Korsel) Cecep Herawan telah menerima buku berjudul 'Rasa Bhayangkara Nusantara' yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris menjadi 'Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia's Free Nutritious Meals Program'. Buku ini diserahkan sebagai instrumen gastrodiplomasi oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, dalam upaya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan.
Perjalanan Buku sebagai Alat Diplomasi Baru
Buku tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Dirgayuza Setiawan. Keduanya secara aktif membawa buku ini dalam kunjungan ke berbagai negara sahabat, termasuk perwakilan Indonesia di luar negeri dan perwakilan negara sahabat di Indonesia. Komjen Dedi menjelaskan bahwa perjalanan buku ini dari Eropa, Amerika, Timur Tengah, Jepang, hingga Korea Selatan menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menghadirkan pendekatan baru dalam diplomasi.
"Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara dari berbagai belahan dunia membuktikan bahwa Indonesia mampu menghadirkan pendekatan baru dalam diplomasi, melalui gastrodiplomasi yang menggabungkan kebijakan, budaya, dan nilai kemanusiaan. Buku ini kami tulis bersama sebagai kontribusi nyata untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia," ujar Komjen Dedi pada Rabu (1 April 2026).
Antusiasme Dubes Korsel dan Program MBG di Korea Selatan
Pada kesempatan terpisah, Dirgayuza menyatakan bahwa Korea Selatan merupakan salah satu negara yang telah menerapkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan sukses. Oleh karena itu, Dubes Cecep Herawan menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap buku tersebut sebagai instrumen diplomasi.
"Bapak Cecep merupakan duta besar yang sangat menaruh perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam hal apa saja yang dapat kita pelajari dari implementasi MBG di Korea Selatan. Setiap tahunnya, Korea Selatan mengalokasikan anggaran sekitar 80 triliun rupiah dan membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun untuk menerapkan MBG secara nasional," jelas Dirgayuza.
Dirgayuza menambahkan bahwa di Korea Selatan, program MBG telah menjadi bagian dari kultur bangsa, bahkan sering ditampilkan dalam berbagai acara televisi yang menunjukkan peran dapur sekolah dalam menyediakan makanan bergizi bagi siswa. Hal ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung kesehatan dan nutrisi generasi muda.
Buku sebagai Jembatan Komunikasi Kebijakan
Buku 'Rasa Bhayangkara Nusantara' sengaja dihadirkan untuk menjadi jembatan komunikasi kebijakan Indonesia kepada dunia internasional. Dirgayuza menekankan bahwa buku ini dirancang agar dapat dipahami melalui bahasa budaya yang universal, sehingga memudahkan penyampaian pesan diplomasi.
"Buku ini sengaja dihadirkan untuk jadi jembatan komunikasi kebijakan Indonesia kepada dunia. Agar dapat dipahami melalui bahasa budaya yang universal," pungkas Dirgayuza.
Dengan penerimaan buku ini oleh Dubes Korsel, diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Korea Selatan dalam berbagai bidang, terutama dalam program MBG dan diplomasi budaya. Langkah ini juga mencerminkan upaya Indonesia untuk terus berinovasi dalam pendekatan diplomasi, tidak hanya melalui jalur konvensional tetapi juga melalui gastrodiplomasi yang menyentuh aspek kehidupan sehari-hari.



