AS dan Iran Saling Klaim Kemenangan Usai Perang Berakhir
Amerika Serikat (AS) dan Iran sama-sama mengeklaim kemenangan setelah kesepakatan damai resmi mengakhiri pertempuran yang berlangsung lebih dari 100 hari. Kesepakatan itu menghentikan operasi militer di sejumlah front, tetapi belum menyelesaikan persoalan paling sulit, terutama masa depan program nuklir Iran.
Dokumen berbentuk Memorandum of Understanding (MoU) tersebut ditandatangani secara terpisah oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Kamis (18/6/2026).
Ruang Klaim Kemenangan bagi Iran
Bagi Iran, kesepakatan ini memberi ruang politik untuk menyatakan bahwa Republik Islam tetap bertahan tanpa menyerah kepada AS dan Israel. Meskipun demikian, banyak pengamat menilai bahwa klaim kemenangan dari kedua belah pihak lebih bersifat simbolis, sementara isu-isu substansial seperti penghentian pengayaan uranium masih menjadi ganjalan.
Para analis internasional memperingatkan bahwa gencatan senjata ini mungkin hanya bersifat sementara jika negosiasi lebih lanjut mengenai program nuklir Iran tidak mencapai titik temu. Sanksi ekonomi yang telah lama membebani Iran juga belum sepenuhnya dicabut.



