Kedubes AS Peringatkan Ancaman Serangan Milisi Pro-Iran di Irak, Warga AS Diimbau Tinggalkan Negara
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Irak mengeluarkan peringatan keamanan yang serius pada Kamis (2/4/2026), menyatakan bahwa kelompok-kelompok milisi pro-Iran di negara tersebut berpotensi melancarkan serangan di pusat kota Baghdad dalam waktu satu atau dua hari ke depan. Peringatan ini disampaikan melalui media sosial X, seperti dilaporkan oleh AFP dan Al Arabiya, dan mendesak setiap warga negara AS untuk segera meninggalkan Irak demi keselamatan mereka.
Detail Ancaman dan Target Serangan
Dalam pernyataannya, Kedutaan Besar AS menekankan bahwa Iran dan milisi yang bersekutu dengan Teheran telah melakukan serangkaian serangan terhadap warga negara AS dan target-target terkait lainnya. Kelompok milisi teroris Irak yang bersekutu dengan Iran mungkin berniat menargetkan berbagai lokasi, termasuk warga negara AS, bisnis, universitas, fasilitas diplomatik, infrastruktur energi, hotel, bandara, serta lembaga-lembaga Irak dan target sipil lainnya.
Ditambahkan bahwa warga AS juga menghadapi risiko tinggi menjadi korban penculikan di Irak. Peringatan ini muncul beberapa hari setelah insiden penculikan seorang jurnalis AS bernama Shelly Kittleson, yang diduga melibatkan kelompok Kata'ib Hizbullah yang didukung Iran. Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa seorang individu terkait telah ditahan oleh otoritas Irak dan koordinasi dengan FBI terus dilakukan untuk memastikan pembebasannya.
Kritik terhadap Pemerintah Irak dan Imbauan Evakuasi
Kedutaan Besar AS juga menyoroti bahwa pemerintah Irak belum mampu mencegah serangan-serangan yang terjadi di atau dari wilayahnya sendiri. Kelompok milisi teroris yang bersekutu dengan Iran mungkin mengklaim terkait dengan pemerintah Irak, dan bahkan membawa identitas yang menunjukkan status sebagai pegawai pemerintah, sehingga meningkatkan kompleksitas situasi keamanan.
Lebih lanjut, Kedutaan Besar AS menyerukan warga negara AS untuk tidak mendatangi kantor kedutaan di Baghdad atau konsulat jenderal di Erbil karena risiko keamanan yang signifikan. Warga AS disarankan untuk tidak bepergian ke Irak dengan alasan apa pun dan bagi yang sudah berada di sana, diimbau untuk segera meninggalkan negara tersebut.
Peringatan ini mencerminkan ketegangan yang terus berlanjut di kawasan Timur Tengah, dengan AS dan Iran sebagai aktor utama. Ancaman serangan milisi pro-Iran di Irak menambah daftar konflik yang memerlukan perhatian internasional, sementara upaya evakuasi dan koordinasi keamanan tetap menjadi prioritas bagi pemerintah AS.



