Palang Merah Iran: 555 Orang Tewas Akibat Serangan Gabungan AS-Israel
Palang Merah Iran mengumumkan bahwa sebanyak 555 warga negara telah kehilangan nyawa di seluruh wilayah Iran menyusul serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Serangan ini dimulai dua hari yang lalu dan telah menimbulkan dampak luas di 131 kota di negara tersebut.
Laporan Resmi dan Dampak Serangan
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform Telegram, kelompok kemanusiaan itu menyatakan, "Menyusul serangan teroris Zionis-Amerika yang dilakukan di berbagai wilayah negara kami, 131 kota telah terkena dampaknya hingga saat ini dan, sayangnya, 555 warga negara kami telah tewas." Laporan ini dikutip dari media Al Arabiya dan AFP pada Senin, 2 Maret 2026.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengklaim bahwa 48 pemimpin Iran, termasuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel sejak hari Sabtu lalu. Trump menggambarkan operasi militer tersebut sebagai "kesuksesan" yang signifikan.
Klaim Trump dan Respons Iran
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan, "Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih, sebanyak 48 pemimpin telah tewas dalam satu serangan. Dan ini berlangsung dengan cepat." Ia juga menyatakan bahwa situasi pasca-serangan berkembang "sangat positif" dan bahwa operasi ini dilakukan untuk kepentingan global, bukan hanya Amerika Serikat.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah mengirimkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan anggota Dewan Keamanan PBB. Surat tersebut mengancam "konsekuensi yang mendalam dan luas" bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan Ayatollah Khamenei.
Pernyataan Resmi dari Iran
Araghchi menekankan dalam suratnya bahwa Khamenei bukan hanya otoritas tertinggi negara, tetapi juga tokoh agama yang dihormati oleh jutaan umat Muslim di seluruh dunia. Ia menggambarkan serangan tersebut sebagai tindakan "mengerikan dan kriminal" yang merupakan bagian dari serangkaian agresi terencana oleh Israel dan AS terhadap kedaulatan Iran.
Surat itu juga menyoroti bahwa serangan terhadap pemimpin tertinggi Iran akan membawa tanggung jawab penuh bagi para pelakunya, dengan implikasi yang luas bagi stabilitas regional dan internasional.
Konteks dan Implikasi Lebih Lanjut
Serangan ini diluncurkan pada Sabtu, 28 Februari waktu setempat, dengan tujuan yang dinyatakan oleh Trump untuk menyingkirkan kepemimpinan Iran dan menghancurkan kemampuan militernya. Namun, laporan dari Palang Merah Iran mengindikasikan bahwa korban jiwa sipil telah mencapai angka yang signifikan, memperumit narasi kesuksesan yang diusung oleh pihak Amerika Serikat.
Insiden ini terjadi dalam konteks ketegangan yang telah berlangsung lama antara Iran dan negara-negara Barat, khususnya terkait isu nuklir dan pengaruh regional. Respons diplomatik dari Iran melalui surat ke PBB menunjukkan upaya untuk menginternasionalisasikan konflik dan mencari dukungan dari komunitas global.
Dengan jumlah korban yang terus bertambah dan ancaman balasan dari Iran, situasi di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan semakin memanas dalam hari-hari mendatang, menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.
