4 Orang Tewas Termasuk WN Pakistan Akibat Serangan Iran di Dubai
4 Tewas Termasuk WN Pakistan Akibat Serangan Iran di Dubai

4 Orang Tewas Termasuk Warga Pakistan Akibat Serangan Iran di Dubai

Sebanyak empat orang yang terdiri dari warga negara Pakistan, Nepal, dan Bangladesh telah tewas di Uni Emirat Arab. Kematian mereka terjadi sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu serangan balasan oleh Iran ke negara-negara tetangganya. Insiden ini menandai eskalasi konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah.

UEA Jadi Sasaran Ratusan Serangan Rudal dan Drone

Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab yang disampaikan melalui platform media sosial X, sejak dimulainya agresi Iran, UEA telah menjadi target dari 238 rudal balistik, 1.422 drone, dan delapan rudal jelajah. Data tersebut dilaporkan oleh Aljazeera pada Minggu, 8 Maret 2026.

Pada hari yang sama, otoritas pertahanan UEA mendeteksi 17 rudal balistik dan 117 drone yang mendekati wilayahnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 rudal dan 113 drone berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara. Namun, satu rudal dan empat drone lainnya jatuh ke perairan laut, menunjukkan intensitas serangan yang tinggi.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Korban Jiwa Akibat Puing-Puing Rudal

Salah satu korban tewas adalah seorang warga negara Pakistan yang berada di lingkungan Al Barsha, Dubai. Kematiannya disebabkan oleh puing-puing dari rudal yang berhasil dicegat oleh pertahanan udara UEA, tetapi jatuh ke permukiman warga. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi komunitas Pakistan di Uni Emirat Arab.

Kedutaan Besar Pakistan di UEA menyampaikan ungkapan belasungkawa melalui pernyataan resmi. "Di saat duka ini, kami turut merasakan kesedihan keluarga dan menyampaikan doa tulus kami," kata perwakilan kedutaan, seperti dilansir CNN. Korban tewas ini menambah daftar korban sipil di seluruh kawasan Teluk, di mana banyak dari mereka adalah warga negara Asia Selatan yang bekerja sebagai pekerja migran.

Koordinasi untuk Pemulangan Jenazah

Pemerintah Pakistan sedang berkoordinasi dengan otoritas Uni Emirat Arab untuk memulangkan jenazah dua warga negaranya yang tewas akibat puing-puing rudal di Dubai. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menegaskan komitmen ini melalui akun X resminya.

"Misi diplomatik kami di UEA berkoordinasi erat dengan otoritas Dubai untuk memberikan bantuan yang diperlukan dan memfasilitasi pemulangan jenazah," ujar Sharif. Langkah ini penting mengingat para pekerja dari negara-negara Asia Selatan seringkali hidup dalam kondisi rentan, dengan pekerjaan bergaji rendah yang membuat mereka lebih terpapar risiko dalam konflik bersenjata.

Dampak pada Pekerja Migran di Kawasan Teluk

Para pekerja migran dari Asia Selatan, termasuk Pakistan, Nepal, dan Bangladesh, merupakan tulang punggung kemakmuran ekonomi di negara-negara Teluk. Mereka banyak berperan di sektor konstruksi, jasa, dan industri vital lainnya. Namun, status mereka sebagai pekerja migran seringkali membuat mereka menjadi kelompok yang paling rentan dalam situasi kekerasan.

Organisasi Buruh Internasional memperkirakan terdapat lebih dari 24 juta pekerja migran di negara-negara Arab. Konflik yang meluas antara Iran, Israel, dan AS ini tidak hanya mengancam stabilitas regional, tetapi juga keselamatan jiwa warga sipil, terutama mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi lemah. Insiden di Dubai ini menyoroti urgensi perlindungan bagi pekerja migran di zona konflik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga