Komisi X DPR Minta PNJ Fokus pada Etika Kampus Usai Ciuman Sesama Jenis
Komisi X DPR Minta PNJ Fokus Etika Kampus

Komisi X DPR RI turut menanggapi video viral yang memperlihatkan dua mahasiswa sesama jenis melakukan tindakan asusila berciuman di lingkungan kampus Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Komisi X DPR meminta pihak kampus untuk fokus pada penegakan tata tertib dan etika kampus.

Pernyataan Wakil Ketua Komisi X DPR

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian, saat dihubungi pada Rabu (3/6/2026) menyatakan, "Jika dilihat dari perspektif kami, fokus utamanya adalah pada penegakan tata tertib dan etika kehidupan kampus, bukan pada orientasi pribadi mahasiswa." Ia menambahkan bahwa pihak kampus perlu menangani persoalan itu sesuai aturan yang berlaku jika terbukti terjadi tindakan asusila sesama jenis. "Apabila benar terjadi tindakan yang dianggap tidak pantas atau melanggar aturan kampus di ruang publik kampus, pihak perguruan tinggi perlu menanganinya sesuai peraturan yang berlaku," ujarnya.

Sanksi yang Diusulkan

Lalu Hadrian menjelaskan bahwa sanksi yang dapat diberikan meliputi pembinaan, edukasi karakter, dan penegakan kode etik secara proporsional. Dengan demikian, lingkungan akademik di kampus tetap terjaga tanpa mengabaikan keadilan dan penghormatan terhadap hak mahasiswa. "Yaitu melalui pembinaan, edukasi karakter, dan penegakan kode etik secara proporsional, sehingga lingkungan akademik tetap terjaga dengan baik tanpa mengabaikan prinsip keadilan dan penghormatan terhadap hak setiap mahasiswa," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan tindakan asusila dua mahasiswa sesama jenis berciuman di lingkungan kampus PNJ viral di media sosial. Pihak PNJ memberikan penjelasan terkait insiden tersebut. Staf Humas PNJ, Soraya, kepada wartawan di Depok pada Rabu (3/6) mengatakan, "Ini kita jelaskan nih sebelumnya untuk kejadian yang memang insiden yang memang terjadi pada kemarin hari di 2 Juni. Itu memang benar terjadi di lingkungan kampus dan itu ditemukan oleh beberapa mahasiswa juga."

Tindakan Preventif

Setelah peristiwa tersebut, pihak kampus mengambil langkah preventif dengan mengamankan kedua pelaku dari amukan sivitas kampus. "Nah, itu makanya kita memiliki langkah preventif setelah ditemukan insiden seperti itu. Kita mencoba mengamankan dan agar tidak terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan," jelas Soraya.

Identitas Pelaku

Soraya membenarkan bahwa salah satu pelaku berinisial ARM adalah mahasiswa PNJ, sedangkan pelaku lainnya berinisial AW adalah pihak eksternal. Keduanya melakukan tindakan asusila di lingkungan kampus. "Jadi untuk salah satu dari pelaku itu adalah mahasiswa kita. Namun yang satunya lagi, pihak yang satunya, bukan mahasiswa kita, yaitu pihak eksternal," ucapnya. Ia menambahkan, "Betul terjadi (tindakan asusila) dan kita juga tidak membenarkan apa yang memang dilakukan oleh pelaku. Namun kita juga tetap harus menjaga hak-hak yang memang dimiliki oleh pelaku itu tersebut."

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga