Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, memimpin rapat koordinasi yang membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, pada Kamis (11/6/2026), dimulai pukul 10.28 WIB dan digelar secara tertutup. Fokus utama rapat adalah peningkatan kualitas menu MBG serta optimalisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sejumlah Pejabat Tinggi Turut Hadir
Selain Zulhas, rapat ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang. Kehadiran Nanik menjadi momen penting karena ini adalah kali pertama ia hadir dalam rapat setelah resmi dilantik sebagai Kepala BGN pada Senin (8/6) oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia didampingi oleh dua wakilnya, Trenggono dan Agustina Arumsari.
Menteri dan Pejabat Lain yang Terlibat
Sejumlah menteri dan pejabat tinggi lainnya juga terlihat hadir dalam rapat tersebut. Di antaranya adalah Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini, serta Kepala Staf Presiden Dudung Abdurachman.
Latar Belakang Pergantian Pimpinan BGN
Nanik S Deyang menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BGN. Selain itu, dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, telah ditahan oleh Kejaksaan Agung. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk membersihkan program prioritas nasional dari praktik korupsi.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret untuk memperbaiki kualitas gizi menu MBG serta memastikan distribusi dan pelaksanaan program berjalan efektif di seluruh Indonesia. Dengan hadirnya berbagai pemangku kepentingan, diharapkan sinergi antar kementerian dan lembaga dapat semakin kuat dalam mewujudkan program makan bergizi gratis yang berkualitas.



