Kebijakan WFH Setiap Jumat untuk ASN: Efektifkah Tekan Konsumsi BBM?
Pemerintah Indonesia telah mengumumkan kebijakan baru dalam upaya efisiensi energi di tengah situasi global yang tidak menentu. Salah satu langkah yang diambil adalah penerapan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) setiap hari Jumat, yang mulai berlaku pada April 2026. Kebijakan ini juga menganjurkan sektor swasta untuk mengikutinya, dengan harapan dapat menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) secara signifikan.
Alasan Pemilihan Hari Jumat
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa pemilihan hari Jumat didasarkan pada pola kerja yang sudah ada di beberapa kementerian. "Mengapa dipilih Jumat? Karena memang sebagian kementerian telah melakukan itu, kerja 4 hari dalam satu minggu dengan aplikasi, ini pasca daripada COVID kemarin," ujarnya dalam jumpa pers pada Selasa, 31 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa pelayanan publik tetap berjalan meskipun tidak sepenuh hari kerja Senin hingga Kamis.
Dalam penerapannya, terdapat sejumlah sektor yang dikecualikan dari kebijakan ini, antara lain:
- Sektor layanan publik seperti kesehatan, keamanan, dan kebersihan.
- Sektor strategis termasuk industri atau produksi, energi, air, bahan pokok makanan minuman, perdagangan transportasi, logistik, dan keuangan.
Potensi Penghematan yang Signifikan
Pemerintah meyakini bahwa kebijakan WFH ini berpotensi menghasilkan penghematan besar. Airlangga menyebutkan bahwa potensi penghematan langsung ke APBN mencapai Rp 6,2 triliun dari kompensasi BBM, sementara total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi dihemat hingga Rp 59 triliun. Angka ini menunjukkan dampak finansial yang cukup besar dalam upaya menekan konsumsi energi.
Indonesia Susul Negara Lain dalam Kebijakan WFH
Indonesia bukanlah negara pertama yang menerapkan kebijakan WFH untuk menghemat BBM di tengah ketegangan global, seperti perang AS vs Iran. Pada Maret 2026, beberapa negara telah lebih dulu mengambil langkah serupa:
- Pakistan meminta 50% pekerjanya bekerja dari rumah dan memperpanjang liburan sekolah.
- Thailand, melalui Perdana Menteri Anutin Charnvirakul, memerintahkan pegawai negeri untuk WFH sejak 10 Maret, kecuali bagi yang melayani masyarakat langsung.
Badan Energi Internasional (IEA) juga telah merilis rencana darurat sepuluh poin untuk mengurangi permintaan minyak global. Salah satu rekomendasi utamanya adalah mendorong karyawan untuk WFH hingga tiga hari seminggu jika memungkinkan. IEA memproyeksikan bahwa penerapan masif WFH dapat menjadi instrumen kunci dalam menekan konsumsi bahan bakar untuk transportasi, yang merupakan sektor pengguna minyak terbesar di dunia.
Evaluasi dan Kekhawatiran dari Parlemen
Meski memiliki potensi besar, efektivitas kebijakan WFH setiap Jumat ini menuai berbagai tanggapan dari anggota parlemen. Mardani Ali Sera, Anggota Komisi II sekaligus Ketua Bappilu PKS, berharap ASN tetap produktif dan menyebut bahwa WFH dapat mengefisiensi penggunaan anggaran di kantor hingga 32% untuk listrik, air, dan kendaraan dinas.
Namun, Muhammad Khozin dari PKB menilai pemilihan hari Jumat kurang ideal karena dikhawatirkan berubah menjadi long weekend. Ia meminta evaluasi berkala dan pengawasan konsisten dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Sementara itu, Deddy Sitorus dari PDIP mengungkapkan kekhawatiran bahwa WFH hari Jumat mungkin kurang efektif dan perlu diuji melalui data terukur, seperti grafik konsumsi BBM dan pergerakan mobilitas masyarakat.
"Saya tidak mengerti apa dasarnya memilih long weekend sebagai hari WFH, untuk itu kita menunggu dulu penjelasan pemerintah. Karena untuk memutuskan hari WFH itu harus ada hitung-hitungan psikososial, proyeksi aktivitas ekonomi, pola mobilitas dan konsumsi publik serta banyak hitungan lain berdasarkan berbagai skenario," jelas Deddy.
Langkah-Langkah Tambahan dari IEA
Selain kebijakan WFH, rencana IEA mencakup langkah-langkah drastis lainnya untuk mengurangi permintaan minyak, seperti:
- Penurunan batas kecepatan kendaraan di jalan raya.
- Penerapan hari bebas kendaraan di kota-kota besar pada hari Minggu.
- Pemberian insentif berupa harga transportasi umum yang lebih murah.
Jika seluruh rekomendasi ini diterapkan secara kolektif oleh negara-negara maju, diperkirakan permintaan minyak dunia dapat berkurang hingga 2,7 juta barel per hari dalam empat bulan. Strategi ini dianggap sebagai langkah darurat yang efektif untuk menjaga stabilitas pasar energi dan menghindari dampak ekonomi yang lebih luas akibat lonjakan harga minyak.
Dengan demikian, kebijakan WFH setiap Jumat bagi ASN di Indonesia menjadi bagian dari upaya global dalam efisiensi energi. Meski dihadapkan pada berbagai pertanyaan dan kekhawatiran, implementasi dan evaluasi yang ketat diharapkan dapat membuktikan efektivitasnya dalam menekan konsumsi BBM dan mendukung keberlanjutan energi nasional.



