Pemerintah Resmi Terapkan WFH Setiap Jumat bagi Aparatur Sipil Negara
Pemerintah Indonesia secara resmi telah menetapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) yang akan dilaksanakan setiap hari Jumat dalam satu pekan. Kebijakan ini diumumkan oleh Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual pada Selasa, 31 Maret 2026.
Aturan WFH bagi ASN Pusat dan Daerah
"Penerapan WFH bagi ASN di instansi pusat dan daerah dilakukan sebanyak satu hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat," jelas Airlangga. Kebijakan tersebut telah dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta SE Menteri Dalam Negeri.
Meskipun berlaku untuk ASN di seluruh Indonesia, terdapat sektor tertentu yang dikecualikan dari aturan WFH ini. Sektor layanan publik, seperti kesehatan dan keamanan, tetap diwajibkan bekerja dari kantor atau lapangan karena operasionalnya membutuhkan kehadiran langsung.
Imbauan WFH untuk BUMN, BUMD, dan Perusahaan Swasta
Tak hanya bagi ASN, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli juga telah mengeluarkan surat edaran resmi mengenai pelaksanaan WFH dan optimasi pemanfaatan energi di tempat kerja. Imbauan ini ditujukan kepada perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Surat edaran bernomor M/6/HK.04/III/2026 tersebut menyatakan bahwa sektor kesehatan (rumah sakit, klinik, tenaga medis, dan farmasi) serta sektor energi (bahan bakar minyak, gas, dan listrik) juga dikecualikan dari penerapan WFH, serupa dengan pengecualian bagi ASN.
Proyeksi Penghematan dan Dampak Positif
Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah memproyeksikan kebijakan WFH ini mampu memberikan penghematan yang signifikan terhadap anggaran negara dan konsumsi energi nasional. Dengan mengurangi aktivitas di kantor, diharapkan dapat menekan biaya operasional dan mendukung efisiensi energi.
Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya reformasi birokrasi dan adaptasi terhadap perkembangan pola kerja modern. Pemerintah akan memantau pelaksanaannya secara ketat, termasuk dengan meminta ASN tetap mengaktifkan telepon genggam selama WFH untuk memantau melalui teknologi geo location.
Dengan diterapkannya WFH setiap Jumat, diharapkan tidak hanya mendorong produktivitas, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan kemacetan lalu lintas dan peningkatan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bagi para pegawai.



