WFH ASN Hari Pertama: Jalanan Tetap Macet, KRL Penuh Meski Kebijakan Berlaku
WFH ASN Hari Pertama: Jalanan Tetap Macet, KRL Penuh

WFH ASN Hari Pertama: Jalanan Tetap Macet, KRL Penuh Meski Kebijakan Berlaku

Kebijakan work from home (WFH) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi diterapkan pada Jumat, 10 April 2026. Meskipun diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, kenyataannya kondisi jalanan di sejumlah ruas arteri dan tol di Jakarta serta transportasi umum seperti Kereta Rel Listrik (KRL) tetap sama padatnya seperti hari-hari biasa.

Pengalaman Pegawai yang Tetap Berangkat ke Kantor

Desi, salah satu pekerja di sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), mengungkapkan bahwa ia tetap harus berangkat ke kantor pada hari pertama penerapan WFH ASN. "Kami tetap ngantor karena pelayanan nasabah. Kalau sepanjang perjalanan saya tadi, jalanan tetap padat seperti biasa," ujarnya kepada Liputan6.com. Desi berangkat dari rumahnya di kawasan Bogor dengan menggunakan KRL, kemudian melanjutkan perjalanan melalui tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Menurut pengamatannya, baik di dalam KRL maupun di sepanjang tol JORR, kondisi tetap penuh dan padat. "Tadi lewat tol dari Tanjung Barat ke Lebak Bulus. Menurut saya sama saja, enggak ada perubahan kondisi jalanan. Transportasi umum juga masih full," tambah Desi. Bahkan, kemacetan masih terjadi setelah ia keluar dari tol, khususnya di jalan arteri menuju Cirendeu.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Operasional Kantor dan Dampak Energi

Di tempat kerjanya, Eci menceritakan bahwa kantor tetap beroperasi seperti biasa dengan sebagian besar pegawai masih masuk. "Perubahannya hanya baru penerangan di dalam kantor agak dikurangi, tapi masih dapat cahaya dari luar," katanya. Hal ini menunjukkan upaya penghematan energi yang diterapkan bersamaan dengan kebijakan WFH. Eci juga menduga bahwa kondisi kemacetan akan tetap sama saat jam pulang kerja, meskipun kebijakan WFH telah berlaku.

Implikasi Kebijakan dan Respons Masyarakat

Penerapan WFH ASN ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah untuk mengurangi beban lalu lintas dan mendukung efisiensi energi. Namun, berdasarkan laporan dari pegawai seperti Desi dan Eci, tampaknya dampak langsung terhadap kondisi jalanan dan transportasi umum belum signifikan. Faktor seperti pekerja swasta yang tetap berangkat ke kantor dan kebutuhan pelayanan publik mungkin berkontribusi pada kepadatan yang masih terjadi.

Kebijakan ini juga menimbulkan pertanyaan di masyarakat, seperti:

  • Kapan kebijakan WFH untuk ASN mulai berlaku?
  • Bagaimana dampak kebijakan WFH ASN terhadap kondisi lalu lintas?
  • Apakah semua pekerja menerapkan WFH?

Meskipun demikian, langkah ini diharapkan dapat memberikan kontribusi jangka panjang dalam mengurangi kemacetan dan mendukung kelestarian lingkungan. Pemerintah perlu memantau efektivitas kebijakan ini secara berkala untuk melakukan penyesuaian jika diperlukan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga