Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menegaskan bahwa ketahanan energi merupakan mandat konstitusi dan telah dituangkan dalam Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya pada rangkaian acara MPR Goes to Campus (MPR GTC) ke-50 yang digelar di Universitas Pertahanan (Unhan), dengan tema "Penguatan Ketahanan Energi Nasional: Menjawab Tantangan Saat Ini dan Masa Depan."
Ketahanan Energi sebagai Bagian Integral Ketahanan Nasional
Eddy Soeparno menekankan bahwa ketahanan energi harus ditempatkan sebagai bagian integral dari ketahanan nasional. Menurutnya, perkembangan geopolitik global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan betapa eratnya hubungan antara keamanan internasional dan ketahanan energi. Konflik di Timur Tengah, misalnya, telah mengganggu rantai pasok energi global, memicu kenaikan harga energi, dan berdampak pada berbagai sektor ekonomi, mulai dari pertanian, manufaktur, logistik, hingga industri strategis.
"Ketika konflik terjadi di kawasan yang menjadi pemasok utama energi dunia, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sektor migas. Gangguan rantai pasok akan berimbas pada biaya produksi, inflasi, dan pada akhirnya memengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Inilah mengapa isu energi harus dilihat dalam perspektif yang lebih luas sebagai isu strategis bangsa," ujar Eddy, Kamis (2/7).
Transisi Energi untuk Kemandirian Bangsa
Dalam konteks tersebut, Eddy menilai agenda transisi energi yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian nasional sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan. "Transisi energi dalam perspektif yang lebih luas adalah agenda kemandirian bangsa. Ketika kita mampu meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, memperkuat efisiensi energi, dan mengurangi ketergantungan impor, maka kita sedang membangun fondasi ketahanan nasional yang lebih kuat," tandas Eddy.
Makna Khusus MPR Goes to Campus ke-50
Penyelenggaraan MPR Goes to Campus ke-50 di Universitas Pertahanan memiliki makna khusus. Selain menjadi tonggak penting perjalanan program yang telah menjangkau 50 kampus di berbagai daerah, kegiatan ini juga berlangsung di institusi yang secara khusus mengkaji isu-isu strategis pertahanan dan keamanan nasional. Kehadiran Eddy Soeparno disambut langsung oleh Rektor Universitas Pertahanan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, jajaran Wakil Rektor dan Dekan, serta Staf Khusus Menteri Pertahanan Dr. Kris Widjojo Supandji.



