Kemendikdasmen Tetapkan Tema MPLS Ramah 2026/2027: Hari Baru Aman dan Nyaman
Tema MPLS Ramah 2026/2027: Hari Baru Aman dan Nyaman

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menetapkan tema pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah untuk tahun ajaran 2026/2027, yaitu "Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah". Tema ini menjadi landasan bagi seluruh satuan pendidikan di Indonesia, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA/SMK), hingga sekolah luar biasa (SLB).

MPLS Ramah sebagai Program Prioritas

Kebijakan ini diumumkan melalui laman resmi Kemendikdasmen pada awal tahun 2025. Tema tersebut bukan sekadar slogan penyambutan murid baru, melainkan komitmen pemerintah untuk menciptakan pengalaman pertama yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi setiap peserta didik. Kemendikdasmen menekankan bahwa MPLS Ramah harus bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis.

Tujuan dan Harapan Pelaksanaan MPLS

Dengan tema ini, pemerintah berharap setiap murid baru dapat merasakan lingkungan sekolah yang mendukung perkembangan mereka secara optimal. Program MPLS Ramah dirancang untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan baru, mengenal budaya sekolah, dan membangun relasi positif dengan teman sebaya serta guru. Kemendikdasmen juga menginstruksikan kepada seluruh sekolah untuk menyusun kegiatan MPLS yang interaktif, edukatif, dan menghindari praktik perpeloncoan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menurut data Kemendikdasmen, tahun ajaran 2026/2027 akan menjadi tahun pertama penerapan MPLS Ramah secara penuh setelah melalui tahap uji coba di beberapa daerah. Pemerintah optimistis bahwa program ini dapat menekan angka kekerasan di lingkungan sekolah dan meningkatkan kesejahteraan siswa.

Implementasi di Berbagai Jenjang Pendidikan

Satuan pendidikan di setiap jenjang diwajibkan menyesuaikan kegiatan MPLS dengan karakteristik usia siswa. Untuk TK, kegiatan lebih difokuskan pada pengenalan lingkungan melalui bermain dan bernyanyi. Sementara untuk SD hingga SMA/SMK, kegiatan dapat berupa pengenalan tata tertib sekolah, ekstrakurikuler, serta nilai-nilai kebersamaan. Sekolah luar biasa (SLB) mendapat panduan khusus agar kegiatan MPLS dapat diakses oleh seluruh siswa berkebutuhan khusus.

Kemendikdasmen juga menyediakan modul pelatihan bagi guru dan pegawai sekolah dalam menyelenggarakan MPLS Ramah. Modul tersebut mencakup teknik komunikasi positif, deteksi dini kekerasan, dan cara membangun iklim sekolah yang inklusif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga