Rantis Brimob Berjaga di Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Korupsi Batu Bara dan Asabri
Rantis Brimob Berjaga di Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan

Polda Metro Jaya meningkatkan penjagaan keamanan dengan menyiagakan mobil rantis dan personel Brimob bersenjata laras panjang di sejumlah titik, menyusul penggeledahan besar-besaran di 12 lokasi terkait kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam perkara batu bara dan Asabri. Langkah ini diambil untuk mengamankan proses penyidikan dan barang bukti yang bernilai fantastis.

Penjagaan Ketat di Markas Polda Metro Jaya

Berdasarkan pantauan di lapangan, satu unit mobil rantis disiagakan di pintu masuk kendaraan Polda Metro Jaya, sebuah pemandangan yang tidak biasa karena biasanya tidak ada kendaraan taktis di lokasi tersebut. Selain itu, pengetatan pengamanan juga terlihat di sekitar Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, di mana sejumlah anggota Brimob bersenjata laras panjang berjaga. Pada pagi hari, satu unit mobil rantis juga ditempatkan di pintu masuk utama atau khusus pejabat utama, namun pada siang hari kendaraan itu sudah tidak terlihat.

Penjagaan semakin diperketat saat mobil rantis yang membawa barang bukti hasil penggeledahan dari sebuah rumah di Parahyangan Golf 2, Sentul, Bogor, Jawa Barat tiba di Polda Metro Jaya. Sejumlah personel Brimob tampak menjaga ketat proses pemindahan barang bukti dari mobil rantis ke Gedung Ditreskrimsus.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Penggeledahan Maraton di 12 Lokasi

Sebelumnya, Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya menggeledah sejumlah lokasi terkait penanganan kasus dugaan korupsi dan TPPU. Kakortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menjelaskan bahwa penggeledahan ini terkait penanganan tiga perkara besar. "Penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada proses penanganan hukum terhadap perkara PLN BB, kemudian Asabri tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI (anak perusahaan Krakatau Steel) tahun 2020-2025," kata Totok, Rabu (8/7).

Secara total, ada 12 lokasi yang digeledah oleh tim penyidik gabungan dari Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Polri. Lokasi-lokasi tersebut meliputi PT CBS di Cengkareng Timur, Jakarta Barat; PT CBS (Kantor Pusat) di Penjaringan, Jakarta Utara; PT KNI di Petojo Selatan, Jakarta Pusat; rumah saudara MN di Serpong Utara, Tangerang Selatan; kafe de'Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan; Koin Money Changer di Cipete Selatan, Jakarta Selatan; rumah saudara TK di Mega Kuningan, Jakarta Selatan; Kantor/Grup DMG/CP di Kuningan, Jakarta Selatan; PT PML di Karet Kuningan, Jakarta Selatan; rumah saudara DR di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan; rumah saudari MILDK di Apartemen Pacific Place; dan sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor.

Barang Bukti Bernilai Miliaran Rupiah

Dari penggeledahan di kafe de'Clan Signature, polisi menemukan brankas dan menyita uang sekitar Rp60 miliar, dengan rincian SGD 3.130.000, USD 889.965, dan Rp259.159.000. Lantai 2 kafe tersebut telah disegel oleh penyidik untuk kepentingan proses penyidikan. Sementara itu, di Koin Money Changer, polisi menyita 71 item barang bukti dan 16 mata uang asing dengan total nilai Rp7,2 miliar. Lokasi ini juga telah disegel.

Temuan paling spektakuler berasal dari penggeledahan rumah di Sentul. Polisi menyita emas batangan seberat 74 kg dan uang tunai dengan nilai total diperkirakan Rp476 miliar. Barang bukti tersebut ditemukan dalam sebuah brankas terkunci. "Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD. Kemudian Rp100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai 476 miliar," kata Totok kepada wartawan, Kamis (9/7) dini hari. Selain itu, penyidik juga menyita sejumlah dokumen dan handphone, serta menemukan foto keluarga dari diduga pemilik rumah tersebut. Pengamanan ketat terus dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses penyidikan berlangsung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga