Tangis Rano Karno Pecah saat Bahas Harapan Jakarta Jelang 5 Abad
Tangis Rano Karno Pecah Bahas Harapan Jakarta 5 Abad

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno tidak dapat menahan tangis saat membacakan pidato dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta memperingati HUT ke-499 Jakarta, Senin (22/6). Tangisnya pecah ketika ia menyampaikan harapan mengenai Jakarta menjelang usia ke-500 tahun atau 5 abad pada 2027 mendatang.

Harapan untuk Jakarta Menuju 5 Abad

“Momentum menuju 5 abad Jakarta harus menjadi titik tolak bagi kita semua untuk menyiapkan masa depan kota dengan lebih sungguh-sungguh,” ujar Rano dengan suara bergetar. Ia menekankan bahwa masa depan Jakarta tidak bisa sekadar menjadi lebih maju dan berdaya saing, tetapi juga harus mengedepankan aspek keberlanjutan dan kemanusiaan.

“Masa depan yang menghadirkan rasa aman, kesempatan, keadilan, dan harapan bagi seluruh warga,” tambahnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Jakarta Kota Global yang Berbudaya

Rano menekankan pentingnya kemajuan Jakarta tanpa meninggalkan sejarahnya. Ia menyebut Jakarta harus menjadi kota global dan berbudaya, yang menatap dunia dengan percaya diri, menjadi pusat pertumbuhan, inovasi, dan peradaban. “Namun, tidak tercerabut dari akar sejarahnya, kota yang modern tapi tetap mengenal jati dirinya, kota yang tinggi gedung-gedungnya tapi juga tinggi kepeduliannya,” ucapnya.

Pertumbuhan Ekonomi dan Kemanusiaan

Dalam pidatonya, Rano juga menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi yang cepat namun tetap membawa manfaat luas. Ia ingin menghadirkan Jakarta yang berdaya saing tanpa kehilangan rasa kemanusiaan, inklusif tanpa membedakan latar belakang. “Sebab ukuran kemajuan sebuah kota bukan hanya terletak pada gemerlap lampu dan megahnya bangunan, melainkan sejauh mana setiap anak dapat bermimpi, setiap keluarga dapat hidup layak, setiap lansia merasa dihormati, dan setiap warga merasa memiliki tempat di rumah besar bernama Jakarta,” pungkasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga