Revitalisasi Sekolah 2026 Prioritaskan Wilayah 3T dan Terdampak Bencana
Revitalisasi Sekolah 2026 Prioritaskan Wilayah 3T

Revitalisasi Sekolah 2026: Fokus pada Daerah 3T dan Terdampak Bencana

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa program revitalisasi tahun 2026 akan memprioritaskan sekolah-sekolah di daerah Tertinggal, Terluar, dan Terdepan (3T). Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Pendidikan Nonformal, dan Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto.

Prioritas Revitalisasi

"Prioritas revitalisasi adalah satuan pendidikan terdampak bencana, satuan pendidikan wilayah 3T, serta satuan pendidikan yang rusak berat di seluruh Indonesia," kata Gogot dalam keterangan tertulis pada Senin (15/6/2026).

Target Revitalisasi 2026

Gogot menjelaskan bahwa pada tahun 2026, pemerintah menargetkan sasaran Program Revitalisasi Pendidikan sebanyak 71.744 sekolah. Rencananya, sebanyak 11.744 satuan pendidikan akan menjadi penerima revitalisasi pada tahun tersebut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian khusus. Dengan prioritas pada daerah 3T dan sekolah yang rusak berat, diharapkan kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan dapat diminimalisir.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga