Rano Karno Ingatkan Dampak El Nino Godzilla: Ancaman Kemarau Panjang dan DBD di Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno telah menyuarakan peringatan serius mengenai potensi kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino, yang dijuluki Godzilla. Dalam pertemuan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ia menekankan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini berisiko berlangsung lebih lama di Indonesia, khususnya di wilayah Ibu Kota.
Waspadai Wabah DBD Selama Musim Kemarau
Rano Karno mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mewaspadai kemungkinan munculnya wabah penyakit selama periode kemarau. "Artinya penyakit pertama yang akan kita hadapi apabila El Nino terjadi, yaitu DBD," ucapnya. Ia menambahkan bahwa kebersihan lingkungan menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran nyamuk Aedes aegypti, vektor utama demam berdarah dengue.
Lebih lanjut, Rano menyoroti pentingnya membersihkan tumpukan sampah secara berulang melalui kegiatan kerja bakti. "Ini kalau kita tidak bersihkan, ini menjadi sarang nyamuk DBD dan sangat berbahaya buat anak-anak kita," tegasnya. Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI Jakarta berencana untuk terus menggelar kerja bakti yang mencakup:
- Pengangkutan sampah terpilah
- Normalisasi saluran air dan pembersihan kali
- Penopingan pohon untuk mencegah kerusakan
- Pembongkaran bangunan yang menutupi saluran air
Instruksi dari Pemerintah Pusat untuk Hadapi Kemarau Ekstrem
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah meminta seluruh pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi kemarau ekstrom atau El Nino Godzilla, yang diprediksi terjadi mulai April hingga Agustus 2026. Berdasarkan data BMKG, ia menginstruksikan optimalisasi irigasi dan penerapan sistem peringatan dini.
"Dalam rangka antisipasi musim kemarau yang terjadi pada tahun ini, Kementerian Pertanian menginstruksikan kepada seluruh gubernur dan bupati se-Indonesia agar melakukan mapping wilayah langganan kekeringan dan early warning system," ungkap Amran dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR. Langkah-langkah yang ditekankan meliputi:
- Optimalisasi pengelolaan air irigasi
- Rehabilitasi irigasi, embung, sumur air dangkal, dan sumur air dalam
- Pemanfaatan pompanisasi perpipaan dan irigasi perpompaan
- Percepatan tanam dengan varietas tahan kekeringan
- Pengaturan pola tanam serta koordinasi antar pemangku kepentingan
Dukungan Infrastruktur dari Badan Pangan Nasional
Untuk memperkuat persiapan, Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) mengungkapkan bahwa bantuan telah diberikan sejak 2024, termasuk mesin pompa air, traktor, handspray, dan alat mesin pertanian lainnya sebanyak 171.000 unit pada periode 2024-2025. "Target 2026, 37.000 unit distribusi infrastruktur air irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, bangun konservasi, rehab jaringan irigasi tersier, dan pompa air sebanyak 94.000 unit 2024-2025," jelasnya. Upaya ini bertujuan untuk memastikan ketahanan pangan dan air di tengah ancaman kekeringan yang semakin nyata.



