Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari tiba di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (27/4/2026) siang, menjelang rencana reshuffle Kabinet Merah Putih. Kedatangannya memicu spekulasi bahwa ia akan ditunjuk sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, sebuah posisi baru yang dirancang untuk memperkuat strategi komunikasi publik pemerintah.
Qodari Ditelepon Seskab
Qodari mengungkapkan bahwa ia dipanggil melalui telepon oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. "Tadi ditelepon Pak Seskab. Bapak Presiden meminta saya membantu proses komunikasi secara maksimal untuk program kerja pemerintah yang latar belakangnya adalah tujuan kita bernegara," ujar Qodari saat ditemui di Istana.
Ia menambahkan bahwa tujuan bernegara tersebut mencakup tiga hal utama: melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan dan menjaga ketertiban dunia. "Jadi dijelaskan programnya, latar belakangnya, dan dikomunikasikan secara maksimal," tegasnya.
Tanggapan soal Juru Bicara Presiden
Ketika ditanya apakah ia akan ditunjuk sebagai Juru Bicara Presiden, Qodari mengaku tidak ingin mendahului keputusan Presiden Prabowo Subianto. "Tapi sejauh ini yang berkomunikasi ada di Bakom. Persisnya kita tunggu pengumuman Pak Presiden. Karena itu kan prerogatif," tambahnya. Ia enggan berspekulasi lebih lanjut mengenai jabatan yang akan diembannya.
Respons Bahlil soal Reshuffle
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia juga memberikan tanggapan terkait kabar reshuffle. Saat ditemui usai bertemu Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Bahlil meminta semua pihak untuk bersabar. "Ya nanti kita lihat saja ya," katanya singkat.
Bahlil enggan mengungkapkan apakah ada pembahasan mengenai reshuffle dalam pertemuannya dengan Presiden. "Ada semuanya yang tidak perlu disampaikan ya," ujarnya, menolak memberikan detail lebih lanjut.



