Pramono Anung: Normalisasi Sungai Kurangi Banjir Jakarta, Tapi Tak Hilang Sepenuhnya
Pramono: Normalisasi Sungai Kurangi Banjir Jakarta

Normalisasi Sungai Diklaim Bisa Kurangi Banjir Jakarta, Tapi Tak Hilang Sepenuhnya

Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Jakarta setelah hujan deras mengguyur semalaman. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung optimistis program normalisasi tiga sungai utama dapat mengurangi dampak banjir di ibu kota, meski mengakui mustahil menghilangkan sepenuhnya fenomena ini.

Curah Hujan Ekstrem dan Upaya Normalisasi

Pramono menjelaskan bahwa banjir yang terjadi pada Minggu (8/3/2026) disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi, mencapai 264 milimeter, dan berlangsung hampir sepanjang hari. "Jadi, banjir hari ini adalah banjir karena curah hujan yang tinggi sekali," ujarnya kepada wartawan.

Dia menegaskan bahwa Pemerintah DKI Jakarta telah melakukan normalisasi pada tiga sungai, yaitu:

  • Sungai Ciliwung
  • Sungai Cakung Lama
  • Sungai Krukut

Proyek normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada tahun 2027. "Cakung Lama mudah-mudahan di tahun 2027 itu akan selesai dan kalau itu bisa diselesaikan, maka akan mengurangi banjir di Jakarta," kata Pramono.

Kendala Geografis dan Realitas Banjir

Meski yakin normalisasi sungai akan membawa perbaikan, Pramono menyatakan bahwa menghilangkan banjir sepenuhnya di Jakarta adalah hal yang mustahil. "Tetapi kalau kemudian menghilangkan sepenuhnya banjir di Jakarta, enggak mungkin karena permukaan air lautnya sekarang ini sudah lebih tinggi daripada permukaan tanah di Jakarta," tambahnya.

Kondisi geografis Jakarta yang berada di bawah permukaan air laut menjadi faktor utama yang membuat banjir tetap menjadi ancaman, meski berbagai upaya penanggulangan telah dilakukan.

Data Terbaru dan Penanganan BPBD

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memperbarui data titik banjir akibat hujan semalaman. Hingga pukul 09.00 WIB, tercatat:

  1. 148 Rukun Tetangga (RT) terendam banjir
  2. 20 jalan tergenang air

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyatakan bahwa ketinggian banjir di beberapa lokasi mencapai 1,7 meter. "BPBD mencatat saat ini terdapat 148 RT dan 20 Jalan tergenang," jelas Isnawa dalam keterangannya.

BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Mereka juga berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan saluran air berfungsi dengan baik.

Upaya penanganan banjir ini menjadi prioritas mengingat dampaknya yang signifikan terhadap aktivitas warga dan infrastruktur kota. Normalisasi sungai diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang, meski tantangan alam tetap menjadi faktor pembatas.