Pramono Kaji Tambah 6 Golongan Naik Transjakarta Gratis, Ini Daftarnya
Pramono Kaji Tambah 6 Golongan Naik Transjakarta Gratis

Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji usulan penambahan kelompok penerima manfaat layanan Transjakarta gratis di luar 15 golongan yang sudah ditetapkan saat ini. Kajian telah memasuki tahap akhir dan akan diputuskan bersamaan dengan pembahasan penyesuaian tarif transportasi umum.

Pramono: Kami Hitung Kelompok yang Akan Ditambahkan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa kajian penambahan golongan gratis Transjakarta sedang dilakukan. "Kalau nanti akan ada penyesuaian harga, maka pasti ada golongan yang akan terkena. Nah, kami sedang menghitung kelompok mana yang mungkin kita akan berikan tambahan di luar yang 15 yang sudah kita putuskan," kata Pramono di Petojo Utara, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026).

Pramono belum memastikan jumlah kelompok yang akan ditambahkan. "Apakah itu nanti menjadi tambah 6 dan sebagainya, segera akan diputuskan," ujarnya. Keputusan akan diumumkan setelah kajian rampung dan menjadi bagian dari pembahasan menyeluruh terkait rencana penyesuaian tarif transportasi umum di Jakarta.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

DTKJ Usulkan 6 Golongan Baru

Sebelumnya, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan penambahan enam golongan penerima gratis Transjakarta. Usulan ini disiapkan sebagai insentif apabila Pemprov Jakarta memutuskan menyesuaikan tarif layanan Transjakarta. DTKJ juga mendorong peningkatan kualitas layanan, seperti penambahan waktu pemanfaatan tiket dan perluasan layanan terintegrasi.

Tarif Transjakarta Tak Berubah Sejak 2005

Ketua DTKJ, Sugihardjo, menyatakan pihaknya memahami apabila Pemprov DKI melakukan penyesuaian tarif Transjakarta yang masih Rp3.500 sejak 2005. "DTKJ dapat memahami adanya kenaikan tarif Transjakarta yang tarifnya Rp3.500 sejak tahun 2005 sampai tahun 2026 sekarang. Karena selama periode 21 tahun tersebut sudah mengalami berbagai perkembangan," kata Sugihardjo.

Perkembangan tersebut antara lain kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta sekitar 600 persen dari Rp819.100 pada 2005 menjadi Rp5.729.876 pada 2026. Selain itu, inflasi kumulatif mencapai sekitar 182 persen sehingga nilai tarif Rp3.500 pada 2005 setara sekitar Rp9.870 pada 2026.

Ekspansi Layanan Transjakarta

Sugihardjo juga menyoroti perluasan layanan Transjakarta yang kini telah menjangkau sekitar 93 persen wilayah Jakarta. Kondisi ini berbeda jauh dibandingkan saat pertama kali beroperasi pada 2005 yang hanya melayani Koridor 1 Blok M-Kota. Meski demikian, DTKJ tetap memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat.

Sepanjang 2024, Transjakarta melayani 371,4 juta pelanggan dengan rata-rata lebih dari 1 juta pelanggan per hari. Angka ini menunjukkan besarnya kebutuhan transportasi umum di Jakarta.

Langkah Selanjutnya

Pemprov DKI bersama DPRD kini tengah berembuk menghitung ulang subsidi tarif Transjakarta. Pramono berjanji akan segera mengumumkan tarif baru Transjakarta setelah kajian selesai. Keputusan mengenai penambahan golongan gratis juga akan diumumkan bersamaan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga