Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan harapannya bahwa penambahan sekolah swasta yang tergabung dalam program sekolah swasta gratis dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Program ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memutus rantai ketidakberuntungan yang dialami keluarga tidak mampu di ibu kota.
Penambahan Sekolah Swasta dalam Program Gratis
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru-baru ini menambah sebanyak 63 sekolah swasta ke dalam program sekolah swasta gratis. Dengan penambahan ini, total jumlah sekolah yang berpartisipasi mencapai 103 sekolah pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov Jakarta untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Anggaran dan Program Pendukung
Untuk mendukung program tersebut, Pemerintah Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp 253,6 miliar pada tahun ini. Selain sekolah swasta gratis, Pramono menegaskan bahwa program-program lain seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), dan pemutihan ijazah akan terus dilanjutkan. Ia memastikan bahwa anggaran untuk seluruh program ini tidak akan berkurang meskipun dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat ke Jakarta mengalami pemotongan hingga Rp 15 triliun.
Menekan Angka Ketimpangan Ekonomi
Pramono menjelaskan bahwa program ini penting untuk menekan angka rasio gini di Jakarta. Sebelumnya, ia mengumumkan bahwa angka ketimpangan ekonomi atau rasio gini di ibu kota berhasil turun dari 0,441 menjadi 0,423. Penurunan ini merupakan pencapaian signifikan mengingat tantangan besar yang dihadapi, yaitu banyaknya kelompok berpenghasilan tinggi yang tinggal di Jakarta.
"Semua orang kaya ada di Jakarta, uang beredar hampir semuanya di Jakarta. Itu yang membuat gini ratio kita cenderung lebih tinggi dibanding daerah lain," jelas Pramono. Meskipun demikian, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjaga bantalan sosial guna mengurangi ketimpangan ekonomi.
Harapan ke Depan
Dengan adanya program sekolah swasta gratis dan berbagai inisiatif lainnya, Pramono berharap anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh pendidikan yang layak dan meraih masa depan yang lebih baik. Program ini diharapkan menjadi salah satu pilar dalam upaya menciptakan keadilan sosial di Jakarta.



