Presiden Prabowo Subianto memberikan perintah khusus kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terkait pengembangan program Sekolah Rakyat. Prabowo meminta Teddy untuk berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam mencari lahan tambahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Laporan Mensos tentang Keterbatasan Kapasitas
Awalnya, Presiden menerima laporan dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf bahwa terdapat 400 siswa di Bali yang membutuhkan akses ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan. Namun, sekolah tersebut hanya mampu menampung 270 siswa untuk tiga jenjang pendidikan. "Saya gembira melihat perkembangan Sekolah Rakyat, tetapi usaha masih sangat besar karena yang butuh sekolah ternyata banyak. Di Tabanan, pendaftaran sudah mencapai 400-an, padahal tempatnya hanya 270," ujar Prabowo saat meninjau SRMP 17 Tabanan, Bali, pada Minggu (7/6/2026).
Provinsi Bali Hanya Miliki Satu Sekolah Rakyat
Provinsi Bali hanya memiliki satu Sekolah Rakyat untuk menjangkau seluruh siswa tidak mampu dan putus sekolah. Lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat harus disediakan oleh pemerintah daerah setempat. Prabowo menegaskan, "Berarti kita harus tambah secepat mungkin. Nanti diusahakan bupati-bupati."
Pemerintah Pusat Ikut Mencari Lahan Kosong
Presiden Prabowo menuturkan bahwa pemerintah pusat akan turut berupaya mencari lahan kosong di kabupaten/kota untuk membangun Sekolah Rakyat. Ia meminta Seskab Teddy berkoordinasi jika ada lahan atau fasilitas yang kosong dan tidak dimanfaatkan lagi. "Kita upayakan, tetapi bagaimana caranya kreativitas Saudara diupayakan, hampir semua yang minta harus diterima. Seskab mungkin nanti koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain. Cari fasilitas mereka yang mungkin ada, mungkin kurang dimanfaatkan. Bisa segera dipinjam untuk sementara sampai sekolah permanen jadi," terang Prabowo.
Pesan untuk Siswa Sekolah Rakyat
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengingatkan para siswa Sekolah Rakyat untuk bekerja keras, belajar disiplin, mematuhi guru, dan mencintai orang tua. "Orang tuamu bekerja keras untuk kamu. Apa pun pekerjaannya sangat mulia. Kamu harus nanti angkat orang tuamu. Kamu harapan orang tuamu. Belajar, belajar, belajar yang baik," pungkas Prabowo.



