Prabowo Hadiri Paripurna DPR Perdana, Sampaikan Kerangka Ekonomi Makro
Prabowo Hadiri Paripurna DPR Perdana, Sampaikan Ekonomi Makro

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menghadiri rapat paripurna DPR RI pada Rabu, 20 Mei 2026. Ini merupakan kehadiran perdana Prabowo dalam sidang paripurna DPR sejak dilantik sebagai presiden. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan kerangka ekonomi makro (KEM) dan pokok-pokok kebijakan fiskal (PPKF) untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.

Kedatangan Prabowo di Gedung DPR

Berdasarkan pantauan detikcom, Prabowo tiba di Gedung DPR/MPR sekitar pukul 09.32 WIB. Ia mengenakan setelan jas hitam dengan dasi biru dan peci hitam. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir dan menyambut Prabowo bersama pimpinan DPR RI.

Sesampainya di gedung DPR, Prabowo disambut oleh Wapres Gibran, Ketua DPR RI Puan Maharani, serta para Wakil Ketua DPR: Sufmi Dasco Ahmad, Saan Mustopa dari Nasdem, dan Sari Yuliati dari Golkar.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Agenda Rapat Paripurna

Rapat paripurna DPR hari ini memiliki beberapa agenda. Agenda utama adalah penyampaian KEM dan PPKF RAPBN 2027 oleh Presiden Prabowo. Selain itu, terdapat agenda lain, yaitu laporan Badan Legislasi (Baleg) DPR mengenai evaluasi perubahan kedua prolegnas RUU Prioritas tahun 2026 yang kemudian dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.

Selanjutnya, akan ada pendapat fraksi-fraksi atas revisi Undang-Undang usul inisiatif Komisi III tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Setelah itu, akan dilakukan pengambilan keputusan untuk menjadikannya RUU usul DPR.

Alasan Prabowo Hadir Langsung

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan alasan Presiden Prabowo memilih untuk menyampaikan sendiri paparan yang biasanya disampaikan oleh Menteri Keuangan. Prasetyo menyebut bahwa rapat paripurna DPR kali ini bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei.

"Kebetulan tanggal 20 hari Kebangkitan Nasional. Jadi Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk sekali lagi kita menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa," kata Prasetyo kepada wartawan pada Selasa, 19 Mei 2026.

Prasetyo menambahkan bahwa penyatuan pandangan tersebut sangat penting, terutama dalam menjaga perekonomian bangsa. "Terutama di dalam menjalankan tugas menjaga perekonomian bangsa kita," sambungnya.

Harapan dari Partai Golkar

Sebelumnya, Partai Golkar menyatakan harapannya agar Presiden Prabowo menyampaikan optimisme dan realita ekonomi saat pidato paripurna. Hal ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi ekonomi Indonesia dan kebijakan yang akan diambil ke depan.

Ketua PDIP juga mengaku terkejut dengan kehadiran Prabowo dalam paripurna hari ini, dan menyebutnya sebagai situasi khusus. Kehadiran langsung Presiden menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyampaikan rencana ekonomi kepada DPR dan publik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga