Prabowo Sebut Ekonomi Indonesia Menganut Jalan Tengah Berbasis Gotong Royong
Prabowo: Ekonomi Indonesia adalah Jalan Tengah

Presiden Prabowo Subianto dalam pidato perdana pada Rapat Paripurna DPR ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta, Rabu (20/5/2026), menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia saat ini adalah ekonomi jalan tengah. Konsep ini dijalankan sesuai dengan kebiasaan bangsa Indonesia, yaitu gotong royong.

Penjelasan Konsep Ekonomi Jalan Tengah

Dalam pidatonya mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/8/2025), Prabowo menyatakan, "Saya mengatakan perekonomian kita yang kita sebut sebagai ekonomi Pancasila atau ekonomi jalan tengah, atau istilah yang lebih populer dari dalam perkembangan perekonomian dunia, kita harus bangun Indonesia Incorporated."

Dia menjelaskan bahwa tujuan dari ekonomi jalan tengah adalah mengambil sisi terbaik dari berbagai sistem ekonomi yang dijalankan negara-negara di dunia dan mengadaptasinya dengan kearifan lokal bangsa Indonesia. "Ekonomi yang berani mengambil yang terbaik dari sosialisme dan yang terbaik dari kapitalisme," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peran Gotong Royong dalam Ekonomi

Prabowo menekankan bahwa seluruh rakyat Indonesia harus bergotong royong dalam menjalankan ekonomi ini. Pemerintah, swasta, dan rakyat harus bekerja sama membangun ekonomi negara. Mereka yang kaya wajib membantu yang lemah. "Perekonomian kekeluargaan, semua bergotong royong, itu arti gotong royong, yang kuat maju menarik yang lemah. Yang lemah berhimpun, melaksanakan usaha bersama dalam bentuk-bentuk koperasi. Tidak boleh yang kaya menang sendiri dan membiarkan yang lemah terlantar," papar Prabowo.

Penguatan Sektor Swasta

Untuk mewujudkan hal tersebut, Prabowo ingin memperkuat sektor swasta yang inovatif, inisiatif, dan handal dalam mengelola sumber daya. "Justru kita perlu sektor swasta. Kita perlu mendukung peran sektor swasta, kita butuh sektor swasta yang dinamis, kita perlu pengusaha-pengusaha yang penuh dengan inovasi, inisiatif dan memiliki kemampuan manajerial yang baik dan handal," tutup Prabowo.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga