NasDem Usulkan WFH Swasta Setiap Jumat untuk Tekan Konsumsi BBM
NasDem Usul WFH Swasta Tiap Jumat Tekan BBM

Fraksi NasDem Dorong Kebijakan WFH Swasta di Hari Jumat

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi NasDem, Irma Suryani Chaniago, mengemukakan usulan strategis untuk menerapkan sistem work from home atau WFH bagi karyawan sektor swasta setiap hari Jumat. Menurutnya, langkah ini dinilai efektif dalam menekan konsumsi bahan bakar minyak yang selama ini menjadi beban bagi banyak perusahaan dan pekerja.

Manfaat Ganda bagi Pekerja dan Perusahaan

Irma menjelaskan bahwa pemilihan hari Jumat sebagai waktu pelaksanaan WFH memiliki alasan yang kuat. "Hari ini signifikan untuk para karyawan pabrik yang biasanya jam kerja kepotong dengan salat Jumat. Dengan WFH, mereka dapat menjalankan ibadah tanpa terganggu, sekaligus memberikan manfaat baik bagi pekerja dan perusahaan," ujarnya dalam keterangan pers pada Kamis, 2 April 2026.

Lebih lanjut, politisi dari Komisi IX DPR ini menegaskan bahwa strategi tersebut merupakan langkah cerdas untuk mengurangi ketergantungan pada BBM. "Menurut saya strategi ini cukup baik untuk menekan penggunaan BBM," tambah Irma. Namun, dia mengakui bahwa kebijakan WFH swasta ini tidak akan berdampak signifikan terhadap upaya pengurangan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Usulan Efisiensi di Berbagai Sektor

Di luar usulan WFH, Irma juga memberikan rekomendasi lain untuk mendukung efisiensi anggaran negara. Dia mengusulkan agar pemerintah melakukan penghematan dari sisi belanja, khususnya dengan memangkas proyek-proyek yang dinilai tidak mendesak. "Jika untuk mengurangi defisit APBN, saya usul ambil dari proyek-proyek ambisius yang tidak urgent agar dapatnya signifikan untuk kurangi defisit," jelasnya.

Tak hanya itu, Irma menyoroti upaya efisiensi yang telah dilakukan di lingkungan DPR. Dia mengusulkan agar rapat-rapat komisi dijadwalkan secara serentak dalam satu hari tertentu. "DPR juga sudah melakukan efisiensi dan saya mengusulkan agar rapat-rapat komisi dilakukan serentak di satu hari tertentu karena AC gedung sifatnya central. Mengatur jadwal rapat bersama dapat signifikan mengurangi penggunaan BBM untuk AC dan listrik," paparnya.

Dukungan dari Pemerintah dan Respons Stakeholder

Sebelumnya, pemerintah telah mengambil inisiatif dengan mengeluarkan imbauan untuk menerapkan WFH bagi karyawan swasta satu hari dalam sepekan. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa pelaksanaan WFH tidak akan mengurangi hak-hak pekerja, termasuk cuti tahunan dan gaji bulanan.

"Diimbau untuk menerapkan WFH bagi pekerja atau buruh selama satu hari kerja dalam satu minggu sesuai kondisi perusahaan. Jam kerja WFH diatur oleh perusahaan," kata Yassierli dalam jumpa pers. Teknis penerapannya sepenuhnya menjadi wewenang masing-masing perusahaan, dengan tetap memperhatikan kesejahteraan karyawan.

Usulan dari Fraksi NasDem ini muncul dalam konteks upaya bersama untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih fleksibel dan ramah lingkungan. Dengan mengurangi mobilitas kendaraan bermotor, diharapkan dapat menurunkan emisi karbon dan konsumsi energi secara keseluruhan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga