Menkop Resmi Buka Pelatihan Manajer KDKMP untuk SDM Unggul Desa
Menkop Buka Pelatihan Manajer KDKMP untuk SDM Unggul Desa

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono secara resmi membuka program pelatihan dan sertifikasi bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak di seluruh Indonesia. Acara pembukaan dipusatkan di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Cimahi, Jawa Barat, pada Kamis (16/7/2026). Pelatihan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang akan mengelola ekosistem ekonomi baru di tingkat desa.

Pelatihan Tahap Kedua Setelah Pembentukan Karakter

Pelatihan ini merupakan tahap kedua setelah para peserta sebelumnya mengikuti pembentukan karakter dan pendidikan bela negara yang difasilitasi Kementerian Pertahanan. Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa program ini bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyiapan garda terdepan untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. "Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyiapan garda terdepan untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," ujar Ferry dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).

Tiga Tahapan Pembentukan SDM KDKMP

Ferry menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian pembentukan SDM KDKMP. Setelah menyelesaikan tahap penguatan kompetensi manajerial, para peserta akan mengikuti tahap ketiga, yakni sertifikasi kompetensi. Melalui tiga tahapan tersebut, pemerintah memastikan setiap manajer KDKMP memiliki karakter, kompetensi, dan profesionalisme yang dibutuhkan dalam mengelola koperasi. "Ini adalah tugas sejarah. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah gerakan negara yang harus terus dijaga karena tujuannya sangat mulia," tegasnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Peran Strategis Manajer sebagai Ujung Tombak

Menurut Ferry, keberhasilan KDKMP juga berada di tangan para calon manajer yang menjadi ujung tombak operasional di lapangan. "Apa yang kami rintis hari ini harus diteruskan. Dalam perjalanannya tentu akan ada tantangan dan hambatan, tetapi tujuan besar perjuangan ini harus mampu melampaui semua tantangan tersebut. Karena itu, jangan mudah menyerah dan tetap fokus pada misi besar membangun ekonomi desa melalui koperasi," ujarnya. Ia menambahkan bahwa selain membekali peserta dengan semangat bela negara, disiplin, tata kelola koperasi, dan manajemen keuangan, pemerintah juga memperkuat kemampuan soft skills, terutama komunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan berkolaborasi dengan pengurus, pengawas, dan masyarakat desa.

Soft Skills Kunci Keberhasilan Operasional

"Kami ingin para manajer KDKMP tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, memimpin tim, dan berinteraksi dengan masyarakat desa. Soft skills ini akan sangat menentukan keberhasilan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," kata Ferry. Selain itu, ia menekankan bahwa para manajer yang lulus dari pelatihan ini harus memiliki standar profesionalisme yang tinggi. Pasalnya, KDKMP akan memegang peran strategis sebagai pengelola distribusi barang bersubsidi, penyedia layanan keuangan mikro, hingga agregator produk UMKM lokal.

Mencetak Manajer Akuntabel dan Adaptif

"Kita ingin mencetak manajer yang akuntabel, profesional, dan adaptif. Keberhasilan operasionalisasi koperasi di desa-desa sangat bergantung pada kompetensi manajerial yang adik-adik pelajari selama pelatihan ini," tambahnya. Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menjelaskan program penguatan kompetensi ini diikuti puluhan ribu peserta yang tersebar di 15 komando latihan, enam satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.

Pelatihan Intensif 90 Jam Selama 13 Hari

Selama 13 hari, mulai 17 hingga 31 Juli 2026, para calon manajer akan mengikuti pelatihan intensif selama 90 jam pelajaran yang mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, soft skill, hingga penguatan kepemimpinan. "Selain itu pemanfaatan Talent DNA untuk memperkuat integritas, kepemimpinan, serta kesiapan para manajer dalam mengelola KDKMP secara profesional," jelas Destry. Destry menambahkan, pelatihan akan ditutup dengan uji sertifikasi kompetensi berstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga

Manajemen Talenta untuk 30.000 Calon Manajer

Di sisi lain, Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian menegaskan pentingnya manajemen talenta terhadap 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang disiapkan untuk menjadi manajer KDKMP. Pengelolaan potensi ini dinilai menjadi kunci utama dalam membangun pondasi ekonomi kerakyatan. "Proses manajemen talenta ini akan membentuk para calon manajer KDKMP melalui tiga tahapan krusial, yaitu membangun kemampuan untuk mengenal diri, memahami potensi diri, serta mengetahui kekuatan diri dalam mengelola lingkungan kerja mereka di tingkat desa atau kelurahan," ucapnya.