Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto secara resmi mengukuhkan pengurus Forum Rektor Indonesia (FRI) Periode 2025–2026. Dalam sambutannya, Brian menegaskan bahwa FRI harus menjadi wadah kolaborasi bagi perguruan tinggi untuk mendukung transformasi ekosistem pendidikan dan menjawab berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi Indonesia.
Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Menjawab Persoalan Bangsa
Brian Yuliarto menyampaikan bahwa kontribusi perguruan tinggi sangat penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung isu strategis pemerintah. "Kalau kita dapati banyak persoalan, justru di situlah peran perguruan tinggi. Kita perlu melakukan banyak terobosan. Kita perlu menghasilkan karya-karya yang mampu menjadi solusi bagi bangsa," ujar Brian dalam sambutannya, Selasa (7/7/2026).
Pemerintah terus mendorong penguatan tata kelola pendidikan tinggi sekaligus mempercepat hilirisasi hasil riset. "Perguruan tinggi dipandang perlu memperkuat kolaborasi lintas institusi, pemerintah, dan dunia usaha agar inovasi yang dihasilkan tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi berkembang menjadi teknologi dan produk yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat maupun perekonomian nasional," papar Brian.
Meningkatkan Daya Saing Kampus di Kancah Global
Menurut Brian, penguatan internasionalisasi, pengembangan riset kolaboratif, serta pemanfaatan hasil penelitian yang dapat dihilirisasikan juga menjadi fokus utama. "Hal ini dapat meningkatkan daya saing kampus di tingkat global," jelas Brian. Langkah ini diharapkan mampu membawa perguruan tinggi Indonesia bersaing di tingkat internasional.
Ketua FRI Garuda Wiko menyampaikan bahwa FRI akan terus memperkuat perannya sebagai wadah kolaborasi perguruan tinggi dalam menghasilkan pemikiran strategis bagi pembangunan nasional. Pada periode kepengurusan 2025–2026, FRI akan memfokuskan program kolaboratif pada bidang pangan, kesehatan, energi, hilirisasi industri, digitalisasi, material maju, maritim, dan pertahanan melalui tiga komisi serta sejumlah kelompok kerja tematik.
Fokus Program Kolaboratif FRI
"Harapannya, FRI dapat menjadi supporting system kebijakan, platform dialog, forum kolaboratif untuk riset dan inovasi, serta wadah peningkatan standar akademik di perguruan tinggi," kata Garuda. Program-program ini dirancang untuk mendukung pembangunan nasional dan menjawab tantangan strategis di berbagai sektor.
Selain pengukuhan, digelar pula Dialog Nasional bertajuk 'Relevansi Pendidikan Tinggi sebagai Pusat Unggulan Inovasi: Memperkuat Sinergi Akademisi, Industri, dan Pemerintah'. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara para pimpinan perguruan tinggi dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi dan percepatan pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Dampak bagi Masyarakat dan Indonesia Emas 2045
Melalui semangat Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek terus memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya agar riset, inovasi, dan sumber daya manusia yang dihasilkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Dengan langkah ini, diharapkan perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga motor penggerak solusi bagi persoalan bangsa.



