Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) resmi menjalin kerja sama dengan tiga mitra strategis: Pemerintah Provinsi Banten, Krakatau Steel Group, dan Ikatan Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (IKA UNTIRTA). Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Kantor KP2MI, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).
Peluang Kerja Luar Negeri Masih Luas
Menteri P2MI Mukhtarudin memaparkan data pergerakan tenaga kerja Indonesia. Berdasarkan data SISKOP2MI periode Januari 2025 hingga 12 Juni 2026, secara nasional KP2MI telah memfasilitasi 433.169 layanan penempatan. Lima negara tujuan utama meliputi Taiwan, Hongkong, Malaysia, Jepang, dan Singapura.
Meskipun angka penempatan tinggi, Mukhtarudin menekankan bahwa peluang pasar kerja internasional masih luas dan belum terserap optimal. Data SIP2MI per 13 Juni 2026 menunjukkan terdapat 313.803 posisi peluang kerja luar negeri. Namun, yang baru terisi baru mencapai 76.907 atau sekitar 24,51 persen.
"Ini artinya, masih ada 236.896 peluang kerja (75,49 persen) yang terbuka lebar dan menanti untuk diisi oleh tenaga kerja Indonesia yang kompeten," ujar Mukhtarudin dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Posisi Strategis Banten: Antara Potensi Remitansi dan Ancaman TPPO
Mukhtarudin menyoroti Provinsi Banten sebagai wilayah dengan kedudukan strategis. Pada periode 2025 hingga 12 Juni 2026, layanan penempatan dari Banten mencapai 5.542 layanan. Pergerakan ini membawa dampak ekonomi berupa remitansi yang masif bagi daerah.
"Jika setiap pekerja migran konsisten mengirimkan rata-rata Rp5 juta per bulan, aliran dana tersebut menciptakan multiplier effect yang luar biasa, menggerakkan urat nadi ekonomi lokal, memutar roda UMKM di desa-desa, dan meningkatkan daya beli masyarakat," beber Mukhtarudin.
Namun, di balik potensi tersebut, letak geografis Banten yang dikelilingi akses pelabuhan dan bandara menjadikannya rawan terhadap praktik penempatan non-prosedural dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Realita ancaman ini terlihat dari performa BP3MI Banten yang menempati peringkat pertama nasional dalam intensitas pencegahan. Sepanjang 1 Januari hingga 31 Mei 2026, BP3MI Banten telah mengeksekusi 297 kegiatan pencegahan dan berhasil menyelamatkan 572 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dari keberangkatan ilegal.
"Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan nyawa dan masa depan keluarga Indonesia yang berhasil kita lindungi," tegas Mukhtarudin.
Sinergi dari Hulu ke Hilir
Kolaborasi lintas instansi ini mengusung empat visi pelindungan utama: penyebarluasan informasi peluang kerja dan sosialisasi migrasi aman, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, optimalisasi pelayanan terintegrasi mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga penempatan, serta penguatan ekonomi purna Pekerja Migran Indonesia.
Sinergi makro tersebut diakselerasi pada level teknis melalui dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis yang mengawal tata kelola dari hulu ke hilir. Mukhtarudin juga mendorong Pemerintah Daerah Banten untuk mengakselerasi program Desa Migran Emas, sehingga pemerintah desa dapat hadir sebagai garda terdepan pelindungan sekaligus pusat pemberdayaan bagi para purna Pekerja Migran.
Menuju Target 500 Ribu Tenaga Kerja Terampil dan Ekosistem Brain Circulation
Kolaborasi ini juga linier dengan program Quick Win SMK Go Global yang dijalankan Kementerian P2MI bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Program ini menargetkan penempatan 500.000 tenaga kerja terampil hingga tahun 2029 pada sektor-sektor strategis seperti caregiver, welder, hospitality, nurse, dan truck driver demi memperkuat posisi Indonesia sebagai Global Talent Supplier.
Mukhtarudin mengatakan seluruh rangkaian kerja sama ini bermuara pada konsep Brain Circulation. "Talenta Indonesia didorong bekerja di tingkat global untuk menyerap ilmu, teknologi, dan etos kerja terbaik. Setelah itu, mereka kembali ke tanah air untuk membangun usaha produktif dan berkontribusi pada ekonomi nasional," katanya.
Mukhtarudin pun mengingatkan agar kesepakatan ini tidak berhenti menjadi formalitas di atas kertas. "Ke depan, langkah nyata di lapangan adalah pembuktiannya. Mari bersama-sama kita hadirkan tata kelola dan pelindungan yang bermartabat bagi para pejuang ekonomi keluarga," ucap Mukhtarudin.
Gubernur Andra Soni Sambut Baik Sinergi KP2MI
Gubernur Provinsi Banten, Andra Soni, menyambut baik penandatanganan MoU dan PKS antara Pemprov Banten dengan Kementerian P2MI. Ia menilai sinergi ini sebagai langkah penting dalam mengoptimalkan potensi besar SDM asal Banten di pasar kerja internasional. Andra Soni menegaskan komitmen penuh Pemprov Banten untuk menyukseskan visi besar Kepala Negara dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap bersaing secara global.
"Kami berharap besar, sesuai arahan Bapak Presiden, dalam empat tahun ke depan dapat tercapai target 200 ribu Pekerja Migran Indonesia yang terlatih dan terdidik untuk ditempatkan di negara-negara sahabat," paparnya.
Andra berharap seluruh jajaran pemerintahan dapat mengawal kesepakatan ini dengan serius demi kesejahteraan masyarakat, sekaligus membuka keran kesempatan bagi warga Banten untuk berkarya di luar negeri tanpa perlu merasa khawatir akan keselamatan mereka. "Semoga kita bisa menseriusi dengan baik arahan Bapak Presiden. Ini merupakan upaya bersama untuk menyejahterakan masyarakat dan memberikan kesempatan bagi warga kita untuk berkarya di luar negeri, namun tentu dengan jaminan pelindungan penuh dari pemerintah," tegas Andra.
Andra Soni juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri P2MI Mukhtarudin atas terwujudnya kolaborasi lintas instansi ini. Pemprov Banten berkomitmen untuk langsung bergerak cepat di lapangan demi mengimplementasikan setiap poin kesepakatan. "Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri atas kerja sama ini. Kami sangat antusias dan siap menjalankan seluruh program yang telah disepakati demi menghadirkan tata kelola migrasi yang aman dan bermartabat," jelasnya.
Melalui integrasi peran Pemprov Banten, Krakatau Steel, dan IKA UNTIRTA, ketiga pilar ini sepakat untuk tidak sekadar berhenti pada seremonial. Ke depan, ketiganya siap memastikan peningkatan kapasitas SDM lokal, membuka akses pasar kerja internasional yang legal, serta mewujudkan sistem pelindungan yang bermartabat dari hulu hingga hilir.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI sekaligus Ketua Umum IKA Untirta, Lamhot Sinaga beserta jajaran, Gubernur Provinsi Banten, Andra Soni beserta jajaran, serta Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan bersama jajaran direksi dan manajemen.



