Kolaborasi Tiga Lembaga Negara Percepat Pemutakhiran Data Sosial Nasional
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengadakan pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor Kemensos, Jakarta, pada hari ini. Pertemuan ini membahas hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Volume 2 Tahun 2026 yang telah diselesaikan oleh BPS dengan waktu yang lebih cepat dari biasanya.
Percepatan Pemutakhiran DTSEN untuk Efisiensi Penyaluran Bansos
Gus Ipul menjelaskan bahwa DTSEN secara rutin dimutakhirkan setiap tiga bulan sekali. Untuk triwulan II pada bulan April ini, Kemensos menerima hasil pemutakhiran 10 hari lebih cepat dibandingkan triwulan sebelumnya. "Alhamdulillah ini atas kesepakatan bersama agar penyaluran bisa lebih cepat, Ibu Kepala BPS beserta jajaran bisa mempercepat penyerahan DTSEN hasil pemutakhiran itu 10 hari lebih cepat, jadi biasanya tanggal 20, kita bisa terima tanggal 10, alhamdulillah untuk triwulan kedua ini kita sudah bisa terima pada tanggal 10," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).
DTSEN Volume 2 hasil pemutakhiran ini akan digunakan sebagai dasar penetapan Bantuan Sosial (Bansos) reguler, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), pada triwulan ke-II. "Saya bersyukur sekali, alhamdulillah DTSEN semakin solid, DTSEN terus dilakukan langkah-langkah nyata, sehingga error-nya terus menurun," ujarnya.
Penggunaan Data untuk Rekrutmen Sekolah Rakyat dan Integrasi dengan Dukcapil
Selain untuk bansos, data hasil pemutakhiran ini juga akan menjadi basis rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. "Jadi siswa Sekolah Rakyat ini tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan berbasis DTSEN, khususnya nanti adalah di Desil 1 dan Desil 2," imbuh Gus Ipul.
Hasil pemutakhiran DTSEN ini telah disinkronkan dengan data kependudukan di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. "Alhamdulillah pemadanan DTSEN dengan Dukcapil terus diperkuat," kata Gus Ipul.
Detail Hasil Pemutakhiran dan Temuan Inclusion Error
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa hasil pemutakhiran pada DTSEN Volume 2 Tahun 2026 terbagi ke dalam record keluarga dan individu. Terdapat peningkatan jumlah dari versi sebelumnya: record keluarga bertambah dari 95,0 juta menjadi 95,3 juta keluarga, sementara record individu naik dari 289,0 juta menjadi 289,3 juta individu.
"Ini kami mutakhirkan ada yang meninggal sekitar 314 ribu berdasarkan SIAK, dan waktu kami ground check juga kami menemukan ada yang meninggal 356 ribu. Tetapi juga ada yang lahir baru, ada yang melakukan reaktifasi NIK dan kartu keluarga, sehingga net-nya tadi yang sudah saya sampaikan," katanya.
Berdasarkan hasil pemutakhiran, BPS menemukan adanya inclusion error sebanyak 11.014 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang merupakan penerima bansos di Desil 5 ke atas. "Kami menemukan adanya inclusion error yang hanya 11,014 (KPM) atau sebesar 0,06 persen dari penerima bansos triwulan ke-1. Di mana total penerima bansos triwulan ke-1 adalah sebesar 18,15 juta keluarga," tutup Amalia.
Dalam kegiatan ini, turut hadir Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, serta pejabat terkait lainnya. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akurasi data sosial untuk program bantuan yang lebih tepat sasaran.



