Kemendikti Saintek Akan Tutup Prodi yang Tak Relevan dengan Masa Depan
Kemendikti Saintek Akan Tutup Prodi Tak Relevan

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) berencana melakukan penataan terhadap program studi (prodi) di perguruan tinggi, termasuk kemungkinan penutupan bagi yang dinilai tidak lagi relevan dengan kebutuhan masa depan. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterkaitan antara dunia pendidikan dan dinamika kehidupan serta pasar kerja.

Langkah Eksekusi dalam Waktu Dekat

Sekretaris Jenderal Kemendikti Saintek, Badri Munir Sukoco, menyampaikan bahwa langkah tersebut akan segera dieksekusi dalam waktu dekat setelah melalui proses pemetaan dan evaluasi. "Nanti mungkin ada beberapa hal yang harus kami eksekusi dalam waktu yang tidak terlalu lama terkait dengan prodi-prodi yang perlu kita pilih, kita pilah, dan kalau perlu ditutup, untuk bisa meningkatkan relevansi ini," ujarnya dalam Simposium Nasional Kependudukan 2026, dikutip dari Kompas.com, Kamis (23/4/2026).

Pemetaan dan Evaluasi Prodi

Proses pemetaan dan evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi prodi yang masih sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri. Prodi yang dinilai tidak lagi relevan akan dipertimbangkan untuk ditutup. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan dan daya saing di pasar kerja.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tujuan Penataan Prodi

Penataan prodi ini bertujuan untuk memastikan bahwa pendidikan tinggi di Indonesia mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global. Dengan menutup prodi yang tidak relevan, Kemendikti Saintek berharap dapat mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif dan efisien.

Kebijakan ini mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk akademisi dan praktisi pendidikan. Mereka berharap penataan prodi dilakukan secara hati-hati dan komprehensif agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi mahasiswa dan tenaga pendidik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga